Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

ITB Minta Maaf Isu Dugaan Kampanye LGBT Bikin Resah Publik

Atjeh Watch by Atjeh Watch
23/08/2023
in Kampus
0
ITB Minta Maaf Isu Dugaan Kampanye LGBT Bikin Resah Publik

Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta maaf atas kerisauan yang timbul imbas dugaan kampanye LGBT dalam formulir online kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB). (Tangkapan layar facebook Institut Teknologi Bandung)

Jakarta – Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta maaf atas kerisauan yang timbul imbas dugaan kampanye LGBT dalam formulir online kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Ajaran 2023/2024 yang sempat viral di media sosial.

Sekretaris Institut ITB Widjaja Martokusumo mengatakan pihaknya bakal memperbaiki sejumlah hal dalam acara PMB. Ia ingin program penyiapan mahasiswa baru dalam bidang akademik dan kemahasiswaan menjadi lebih baik.

“ITB menyesali atas munculnya beberapa isu yang menjadi sorotan. Untuk itu ITB menyampaikan permohonan maaf atas segala kerisauan yang terjadi. Dalam hal ini, ITB memandang hal-hal tersebut sebagai bentuk perhatian dan masukan dari masyarakat,” ujar Widjaja dalam keterangannya, Selasa (22/8).

Widjaja mengatakan ITB berterima kasih dan senantiasa terbuka atas masukan, kritik atau saran dari seluruh pihak untuk perbaikan.

“ITB memastikan dalam pelaksanaan PMB tidak terdapat aktivitas yang mengarah kepada apa yang menjadi sorotan, dan secara langsung melakukan antisipasi melalui pembinaan secara internal dalam konteks pendidikan,” ujarnya.

Widjaja menyebut Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) berusaha menciptakan atmosfer akademik dan kemahasiswaan yang lebih baik.

ITB sebelumnya telah membantah dugaan kampanye LGBT dalam formulir online kegiatan PMB tersebut. Formulir itu memuat pilihan jenis kelamin perempuan, laki-laki, dan non-biner atau tidak mengidentifikasi jenis kelamin.

Tam hanya itu, terdapat pula narasi yang menyebut adanya orasi pelangi dalam susunan acara hingga pembatasan waktu salat magrib bagi mahasiswa baru ITB yang mengikuti OSKM tersebut.

“Tidak benar ada kampanye LGBT dalam formulir online kegiatan PMB ITB,” kata Direktur Kemahasiswaan ITB Prasetyo kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/8) malam.

Ia menjelaskan ITB mengadakan pembekalan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS) kepada mahasiswa baru dalam PMB. Hal itu disebut sesuai dengan instruksi Kementerian.

Prasetyo mengklaim Satgas PPKS ITB mengeluarkan formulir pendataan sesuai kaidah dan norma dari kementerian.

Ia menjelaskan formulir yang menjadi sorotan itu bukan dikeluarkan pihak ITB, melainkan pihak mitra. Menurutnya, pihak kampus tidak mengetahui perihal formulir itu sebelum menjadi sorotan.

“Saat diketahui ada formulir yang jadi sorotan tersebut panitia PMB langsung minta untuk ditutup,” katanya.

Selain itu, Prasetyo juga menjelaskan narasi mengenai pawai pelangi yang turut viral. Prasetyo menilai hal itu terjadi karena mahasiswa salah memilih diksi.

“Soal pawai pelangi, saat itu sudah diganti jadi “pawai warna-warni” maksud panitia OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa ITB) kegiatan ini sudah tradisi dari OSKM sejak 2013 yang menggambarkan keberagaman kegiatan dan jurusan-jurusan yang ada di ITB. Jadi mahasiswa kami salah mengambil diksi kata pelangi. Bukan disamakan dengan pelangi konteks LGBT,” ujarnya,

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Banjir di Aceh Tenggara Berdampak pada 8.101 Jiwa di 59 Desa

Next Post

AS Desak Warganya Buru-buru Tinggalkan Belarus, Kenapa?

Next Post
AS Desak Warganya Buru-buru Tinggalkan Belarus, Kenapa?

AS Desak Warganya Buru-buru Tinggalkan Belarus, Kenapa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Aceh Tengah dan Gayo Lues Diterjang Banjir Longsor

Ohku, Aceh Tengah dan Gayo Lues Diterjang Banjir Longsor

20/04/2026
Direktur MUQ Aceh Selatan Bangun Kerjasama dengan Komisioner Baitul Mal Aceh

Direktur MUQ Aceh Selatan Bangun Kerjasama dengan Komisioner Baitul Mal Aceh

20/04/2026
Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026
Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

20/04/2026
Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

ITB Minta Maaf Isu Dugaan Kampanye LGBT Bikin Resah Publik

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com