Singkil – Berita duka datang dari Desa Asantola Kecamatan Pulau Banyak Barat (PBB) menimpa seorang balita usia 11 Bulan yang berakhir meninggal dunia di duga karena gejala sesak napas.
Pada hari Rabu, tanggal 23 Agustus 2023 sejak siang hari dikabarkan kondisi balita tersebut mengalami sesak, kemudian tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Banyak Barat memberikan bantuan oksigen.
Menurut informasi, hingga malam pasokan Oksigen (O²) di tabung ukuran 1 m³ pun mulai habis, sedangkan pihak keluarga membutuhkan tambahan oksigen untuk diberikan kepada anak mereka yang lagi sakit, namun dari kabar yang diterima dari Nakes bahwa Puskesmas Pulau Banyak Barat hanya memiliki 1 tabung oksigen saja. Sehingga pada akhirnya orang tua balita tersebut mau tidak mau meminta bantuan kemana-mana hingga kepada pihak Resort Pulau Tailana yang dikabarkan memiliki tabung oksigen.
Kemudian sekitar pukul 00:10 Wib, hari Kamis, 24 Agustus 2023, isi oksigen pada tabung warna hitam milik Puskesmas PBB pun mulai habis sehingga dilakukan pergantian tabung milik pihak Resort Pulau Tailana yang berukuran lebih besar yakni sekitar 6 m³ untuk memenuhi kebutuhan Balita yang kekurangan oksigen tersebut.
Tidak berselang lama, kabar duka pun menimpa warga Desa Asantola tersebut, anak bungsu dari warga Desa Asantola yang berusia 11 Bulan yang telah berjuang untuk sembuh dari penyakitnya meninggal dunia, Kamis, 24 Agustus 2023.
“Kosong, tidak ada tabung oksigen di Puskesmas Pulau Banyak Barat,” kata Ayah dari Balita tersebut saat berbincang dengan wartawan di rumah duka, Kamis, 24 Agustus 2023.
Sebelumnya Ayah Balita tersebut di minta agar mencari Oksigen.
“Kalau ada itu tidak di suruh mereka (Nakes), cari Oksigen sebelum habis,” lanjutnya.
Beliau pun menuturkan sempat juga meminta bantuan ke Puskesmas Pulau Banyak pada malam itu, namun tidak membuahkan hasil.
Sementara itu, Pj. UPTD Puskesmas Pulau Banyak Barat, Risman Zega melalui Kepala Tata Usaha Puskesmas Pulau Banyak Barat, Elvi Darmayanti mengatakan bahwa oksigen itu ada jalurnya tidak harus dikeluarkan satu orang satu.
“Oksigen itu ada jalurnya, tidak harus dikeluarkan satu orang satu (tabung),” kata Elvi saat dikonfirmasi wartawan di Puskemas PBB, Kamis, 24/8/2023.
Kemudian seorang pegawai Puskesmas menambahkan, “Karena kita bukan rawat inap, kalau rawat inap 24 Jam sampai pasien itu pulih,” kata Risma.
“Kalau kita di Puskesmas sampai sebatas mana dia (pasien) bisa kita tangani misal, diakan uda parah, uda misalnya dia jam 8 masuk, kita pantau dulu sampai beberapa jam kalau kira-kira tidak ada penurunan dari apanya di rujuk, oksigen putus lanjutkan di sana,” lanjut di sampaikan Risma.
“Karena persedian kami 2 tabung dalam 1 bulan,” bebernya.
Hingga berita ini di muat, belum ada keterangan resmi dari pihak medis penyebab kematian Balita di Desa Asantola tersebut, namun berdasarkan informasi yang dihimpun langsung Reporter dari pihak keluarga Almarhum bahwa sebelum meninggal dunia anak tersebut dalam keadaan sakit dan di hari Rabu, tanggal 24 Agustus 2023 beliau mengalami sesak nafas.
Reporter : AA










