BLANGPIDIE – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menilai pemerintah setempat telah menciptakan rumah hantu baru di Abdya.
Hal tersebut disampaikan Riko Juanda, selaku Ketua Umum PC IMM Kabupaten Abdya. Hal itu bsehubungan dengan belum difungsikannya gedung baru Pustaka dan Arsip kabupaten setempat yang dibangun pada 2022 lalu. Namun kini, bangunan tersebut sudah menjadi bangunan yang terbengkalai dan kosong.
“Kami dulu sempat berbangga kepada pemerintah, karena sudah hadir Perpustakaan baru di Bumoe Breuh Sigupai Aceh ini. Namun sepertinya harapan kami tersebut melayang saja tanpa ada kejelasan,” ujar Riko Juanda, Selasa, (26/09/2023).
Riko menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, gedung itu dibangun dengan anggaran Rp 9.879.450.340 dengan Sumber anggaran DAK/APBK Abdya Tahun 2022. Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV Hayatur Rizqy Pratama Abdya.
“Perpustakaan itu dibangun dengan luas 38×22 meter diatas lahan sekitar 2 hektar. Gedung itu dibangun 3 lantai,” ujar Riko.
Masih menurut Riko, keadaan gedung itu saat ini kosong dan tidak terawat, dan berpotensi menjadi sarang hantu.
“Kaca-kacanya sudah mulai pecah, pintu sudah mulai rusak. Gedung ini sepertinya tidak ada pengawasan sedikitpun, pemerintah terkesan membiarkan begitu saja tanpa ada pengawasan,” sesalnya.
Ia menambahkan, jika saja ada kendala kenapa bangunan yang belum selesai itu tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja.
PC IMM Kabupaten Abdya melalui corong media ini mengharapkan, Pemerintah tidak tidur dengan hal ini. Pemerintah jangan hanya melakukan membangun dengan cara setengah-setengah, tapi harus tuntas.
“Sepertinya perpustakaan ini dibuat memang bukan untuk manusia, melainkan hanya untuk sarang hantu,” sindir Riko, putra kelahiran Blangpidie itu.(Rusman)










