SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie gelar Expo Pembangunan di Pidie dengan berbagai macam kegiatan, yang bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian di Aceh, khususnya Pidie. Kegiatan Expo Pembangunan itu dikemas dalam Maulid Akbar 1445 H, dilaksanakan di halaman Pidie Convention Center (PCC), Kamis, 26 Oktober 2023.
Sudah menjadi tradisi bagi Pemerintah Kabupaten Pidie, setiap ada agenda-agenda besar akan ada santunan terlebih dahulu kepada anak Yatim. Tentunya santunan anak Yatim itu sudah selesai ditunaikan bertepatan pada hari Pertama Perhelatan Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW, yang di isi oleh ceramah agama oleh Teungku Amri Fatmi, Lc.
Amatan langsung Atjehwatch.com, mulai dari gerbang masuk PCC, sudah disambut dengan jajanan kuliner pedagang-pedagang kecil. Rak, meja hingga gerobak becak turut menghiasi jajanan kuliner, mulai dari kepiting krispi, basreng, bakso bakar, kacang rebus, jagung rebus, penjual kopi, telor gulung, mie caluek, gorengan hingga perabotan rumah tanggapun turut meramaikan Expo Pembangunan tersebut.
Disamping itu, Expo Pembangunan itu juga akan menampilkan Kesenian tradisional maupun budaya-budaya lokal Kabupaten Pidie. Anak-anak sekolah, Dayah akan menampilkan kesenian tersendiri mulai dari Dalail Khairat, Dike Aceh, Rapai Geleng, Seudati dan jenis kesenian lainnya yang akan di tampilkan selama 30 hari ke depan.
Expo Pembangunan disamping menampilkan beragam hasil bumi di setiap Kecamatan, kesenian daerah uga di tampilkan. Hal ini semata-mata untuk menekan angka Stunting bagi anak-anak usia 5 sampai 15 tahun. Tampilan kesenian dan budaya-budaya lokal ini akan dilakoni atau diperankan oleh seluruh siswa mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga SMP.
Tentunya, hadirnya Expo Pembangunan akan timbul keceriaan di wajah anak-anak Pidie. Apalagi Kabupaten Pidie merupakan Wilayah Merah saat Konflik melanda Aceh. Tentunya hal semacam ini dilakukan agar pertumbuhan dan keceriaan ada di wajah anak-anak Pidie.
Bukan hanya sampai di situ, rangkaian Maulid Akbar ini juga di kemas dengan adanya turnamen Sepakbola U-15, hal ini dianggap karena olahraga merupakan salah satu faktor menurunkan angka Stunting.
Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto., M.Si mengatakan bahwa pentas Expo Pembangunan ini adalah milik anak-anak Pidie sampai 30 hari ke depan.
“Anak-anak Pidie akan menampilkan kesenian sesuai dengan apa yang telah dipelajari di Sekolah maupun di Dayah, makanya kesenian daerah ini terus di explore lebih dalam lagi,” jelasnya.
Disamping itu, kata Mantan Kabinda NTB ini “dibutuhkan kebersamaan dan kerja sama, agar nilai kearifan lokal ini bisa tumbuh kembali.”
Tidak hanya sampai di situ, Wahyudi Adisiswanto di Temani Ny Suaidah Sulaiman dan unsur Forkopimda juga mengunjungi 23 Stans perwakilan tiap Kecamatan yang menampilkan beranekaragam hasil bumi maupun kerajinan tangan.
Acara Expo Pembangunan itu resmi berlangsung dengan ditabuhnya rapai oleh Penjabat Bupati Pidie Bapak Wahyudi Adisiswanto dan Pj. Ketua PKK Ny. Suaidah Sulaiman.[Mul]











