Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun dari Luar Angkasa Ditangkap Bumi

Admin1 by Admin1
28/10/2023
in Teknologi
0
Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun dari Luar Angkasa Ditangkap Bumi

Ilustrasi. Pencarian kehidupan asing sejauh ini belum menuai hasil konkret. (iStockphoto/stocksnapper)

Jakarta – Pancaran gelombang radio misterius dari luar angkasa yang butuh waktu 8 miliar tahun untuk mencapai Bumi berhasil terdeteksi. Mungkinkah sumbernya dari kehidupan asing?

Para astronom meyakini temuan ini merupakan salah satu pancaran gelombang radio yang paling jauh dan paling energetik yang pernah diamati.

Pancaran radio cepat (FRB) adalah gelombang radio yang sangat kuat dan berdurasi milidetik yang tidak diketahui asal-usulnya.

FRB pertama ditemukan pada tahun 2007, dan sejak saat itu, ratusan kilatan kosmik yang cepat telah dideteksi datang dari titik-titik yang jauh di alam semesta.

Pancaran gelombang yang diberi nama FRB 20220610A ini berlangsung kurang dari satu milidetik, tapi dalam waktu sepersekian detik itu, ia melepaskan energi yang setara dengan emisi energi matahari selama 30 tahun, demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Science.

Banyak FRB yang melepaskan gelombang radio super terang yang hanya berlangsung paling lama beberapa milidetik sebelum menghilang, sehingga semburan radio yang cepat sulit untuk diamati.

Teleskop radio membantu para astronom untuk melacak kilatan kosmik yang cepat ini, termasuk teleskop radio ASKAP yang berada di Wajarri Yamaji Country, Australia Barat.

Para astronom menggunakan ASKAP untuk mendeteksi FRB pada bulan Juni 2022 dan menentukan dari mana asalnya.

“Dengan menggunakan susunan parabola (radio) ASKAP, kami dapat menentukan dengan tepat dari mana semburan itu berasal,” kata rekan penulis studi Stuart Ryder, astronom di Universitas Macquarie di Australia, dalam sebuah pernyataan, mengutip CNN, Kamis (19/10).

“Kemudian kami menggunakan (Very Large Telescope milik European Southern Observatory) di Chile untuk mencari galaksi sumber, dan menemukan bahwa galaksi tersebut lebih tua dan lebih jauh daripada sumber FRB lainnya yang ditemukan hingga saat ini dan kemungkinan berada dalam kelompok kecil galaksi yang bergabung.”

Tim peneliti melacak pancaran gelombang tersebut pada apa yang terlihat sebagai kelompok dua atau tiga galaksi yang sedang dalam proses penggabungan, interaksi, dan pembentukan bintang-bintang baru.

Temuan ini sejalan dengan teori saat ini yang menyatakan bahwa semburan radio cepat bisa jadi berasal dari magnetar, atau objek berenergi tinggi yang dihasilkan dari ledakan bintang.

Para ilmuwan meyakini pancaran radio cepat bisa jadi merupakan metode unik yang bisa digunakan untuk “menimbang” alam semesta dengan cara mengukur materi di antara galaksi-galaksi yang masih belum diketahui.

“Jika kita menghitung jumlah materi normal di alam semesta – atom-atom yang membentuk kita semua – kita menemukan bahwa lebih dari separuh yang seharusnya ada saat ini hilang,” kata salah satu penulis penelitian Ryan Shannon, seorang profesor di Swinburne University of Technology di Australia, dalam sebuah pernyataan.

Ryan Shannon memperkirakan materi-materi yang hilang itu menyebar dalam kondisi amat panas.

“Kami menduga bahwa materi yang hilang itu bersembunyi di ruang antar galaksi, tapi mungkin saja materi tersebut sangat panas dan menyebar sehingga mustahil untuk dilihat dengan teknik normal.”

Sejauh ini, hasil dari metode-metode yang digunakan untuk memperkirakan massa alam semesta tidak cocok satu sama lain.

“Pancaran radio yang cepat mendeteksi materi yang terionisasi ini,” kata Shannon. “Bahkan di ruang angkasa yang nyaris kosong sempurna, mereka bisa ‘melihat’ semua elektron, dan itu memungkinkan kita untuk mengukur seberapa banyak materi yang ada di antara galaksi-galaksi.”

Metode penggunaan pancaran radio cepat untuk mendeteksi materi yang hilang ini didemonstrasikan oleh mendiang astronom Australia, Jean-Pierre (J-P) Macquart, pada tahun 2020.

“J-P menunjukkan bahwa semakin jauh pancaran radio cepat, semakin banyak gas yang menyebar di antara galaksi-galaksi. Hal ini sekarang dikenal sebagai hubungan Macquart,” kata Ryder.

“Beberapa pancaran radio cepat yang terjadi baru-baru ini tampaknya mematahkan hubungan ini. Hasil pengukuran kami mengonfirmasi kalau relasi Macquart bertahan sampai lebih dari setengah alam semesta yang diketahui.”

Hampir 50 pancaran radio cepat telah dilacak sampai saat ini ke titik asalnya, dan sekitar setengahnya telah ditemukan dengan menggunakan ASKAP.

“Meskipun kita masih belum tahu apa yang menyebabkan pancaran energi yang sangat besar ini, makalah ini menegaskan bahwa pancaran gelombang radio cepat adalah peristiwa yang umum terjadi di alam semesta.”

“Dan kita akan dapat menggunakannya untuk mendeteksi materi antar galaksi, serta memahami struktur alam semesta dengan lebih baik,” kata Shannon.

Para astronom berharap teleskop radio di masa depan, yang saat ini sedang dibangun di Afrika Selatan dan Australia, akan memungkinkan pendeteksian ribuan pancaran radio cepat pada jarak yang lebih jauh.

“Fakta bahwa FRB sangat umum ditemukan juga sangat mengagumkan,” kata Shannon.

“Ini menunjukkan betapa menjanjikannya bidang ini, karena Anda tidak hanya akan melakukan ini untuk 30 pancaran, Anda bisa melakukannya untuk 30.000 pancaran, membuat peta baru struktur alam semesta, dan menggunakannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan besar tentang kosmologi,” tandas dia.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Gibran Mulai Safari Politik, Boyolali Titik Pertama

Next Post

Kamis, Banda Aceh Gelar Maulid Raya di Taman Sari

Next Post
Kamis, Banda Aceh Gelar Maulid Raya di Taman Sari

Kamis, Banda Aceh Gelar Maulid Raya di Taman Sari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Peringati Hari Bumi, Wabup Abdya Tanam Pohon di Lokasi TMMD

Peringati Hari Bumi, Wabup Abdya Tanam Pohon di Lokasi TMMD

22/04/2026
Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026
TMMD Gandeng Disdukcapil Abdya Layani Pembuatan Adminduk Masyarakat

TMMD Gandeng Disdukcapil Abdya Layani Pembuatan Adminduk Masyarakat

22/04/2026
Wabub Zaman Akli Buka Kegiatan TMMD 128 Tahun 2026 Kodim 0110/Abdya

Wabub Zaman Akli Buka Kegiatan TMMD 128 Tahun 2026 Kodim 0110/Abdya

22/04/2026
Irwansyah Pimpin Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hut ke 821 Kota Banda Aceh

Irwansyah Pimpin Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hut ke 821 Kota Banda Aceh

22/04/2026

Terpopuler

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

TMMD Gandeng Disdukcapil Abdya Layani Pembuatan Adminduk Masyarakat

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com