Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Negara-negara Arab Pernah Embargo Minyak ke AS Akibat Ulah Israel

Admin1 by Admin1
14/11/2023
in Internasional
0
Negara-negara Arab Pernah Embargo Minyak ke AS Akibat Ulah Israel

lustrasi. Kilang minyak milik perusahaan Saudi Aramco. (HASSAN AMMAR / AFP)

Jakarta – Presiden Iran, Ebrahim Raisi, menyerukan untuk mengembargo minyak Israel saat konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa antara Liga Arab dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu (11/11).

Raisi mengungkapkan bahwa Israel harus dijatuhi hukuman internasional atas aksinya membunuh puluhan ribu warga Gaza, Palestina.

Tuntutan Raisi mengembargo minyak Israel mendapat penolakan dari Mesir, Qatar, Yordania, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA). Mereka menyatakan penting untuk terus menjaga saluran terbuka dengan pemerintahan Netanyahu dengan perjanjian-perjanjian damai yang telah dibuat.

Sebelumnya, Arab pernah melakukan embargo kepada negara-negara yang mendukung militer Israel selama Perang Arab-Israel Tahun 1973.

Anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) Arab mengembargo Amerika Serikat karena membantu militer Israel dan ikut campur dalam perdamaian pasca perang, dikutip dari Office of The Historian.

Embargo Arab juga meluas ke negara lainnya, seperti Belanda, Portugal, dan Afrika Selatan yang turut membantu Israel.

Kebijakan embargo melarang ekspor minyak bumi ke negara-negara sasaran. Hal ini membawa pukulan besar bagi krisis energi dunia dan melonjaknya harga karena gangguan pasokan minyak.

Dilansir dari Britannica, embargo terhadap Amerika Serikat dicabut pada Maret 1974, tetapi tidak dengan negara lainnya yang terus berlangsung selama beberapa tahun.

Keadaan krisis ini membuat Amerika Serikat dan Eropa Barat mulai mempertimbangkan ketergantungan mereka dengan Timur Tengah. Amerika dan Eropa mulai mengubah arah kebijakan energi dalam negeri untuk meningkatkan produksi minyak.

Pada 1973, OPEC menuntut peningkatan harga dan bagian pendapatan yang lebih besar kepada perusahaan minyak asing.

Saat embargo minyak bumi diberlakukan, awalnya harga minyak naik dua kali lipat, lalu semakin melonjak menjadi empat kali lipat. Kondisi ini mengancam resesi global. Jumlah produksi dalam negeri Amerika Serikat tidak cukup memenuhi kebutuhan yang ada.

Pemerintah memberlakukan pembatasan bahan bakar untuk menekan konsumsi. Mantan Presiden Amerika Serikat Richard M. Nixon yang menjabat saat itu berusaha untuk merebut ladang minyak di Arab Saudi, Kuwait, dan Abu Dhabi.

Namun, jalur negosiasi akhirnya dipilih untuk menciptakan perdamaian dan menghentikan embargo minyak bumi. Presiden Nixon dan Menteri Luar Negeri Henry Kissinger melakukan perundingan dengan pemimpin Arab terkait embargo dan perdamaian Israel dengan musuhnya.

Perundingan mencapai titik puncaknya saat tercipta Perjanjian Pelepasan Mesir-Israel pada 18 Januari 1974 yang diikuti dengan pencabutan embargo.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki dilema antara dukungannya kepada Israel dan ketergantungannya terhadap Timur Tengah.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Pj Wali Kota Buka Seventeen Eksen SMPN 17 Banda Aceh

Next Post

Polisi Periksa Firli Bahuri di Kasus Dugaan Pemerasan SYL Hari Ini

Next Post
KPK Ingatkan Kepala Daerah Tak Tergoda Buat Korupsi

Polisi Periksa Firli Bahuri di Kasus Dugaan Pemerasan SYL Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Akses ke Desa Terisolir di Aceh Tengah Bisa Dilalui dengan Kendaraan Roda Dua

Akses ke Desa Terisolir di Aceh Tengah Bisa Dilalui dengan Kendaraan Roda Dua

04/04/2026
PN Banda Aceh Vonis Eks Kepala Desa 3,5 Tahun Penjara di Kasus Dana Desa

PN Banda Aceh Vonis Eks Kepala Desa 3,5 Tahun Penjara di Kasus Dana Desa

04/04/2026
BPBD Simeulue Kerahkan Bantu Warga Terdampak Banjir

BPBD Simeulue Kerahkan Bantu Warga Terdampak Banjir

04/04/2026
Nyan, Teungku Habibi dan Zahara Dapat Beasiswa dari Pemkab Aceh Barat

Nyan, Teungku Habibi dan Zahara Dapat Beasiswa dari Pemkab Aceh Barat

04/04/2026
Tu Bulqaini: Meski Gabung ke PKB, H. Sibral Malasyi Tetap sebagai Ketua PAS Aceh Pidie Jaya

Tu Bulqaini: Meski Gabung ke PKB, H. Sibral Malasyi Tetap sebagai Ketua PAS Aceh Pidie Jaya

04/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

140 Siswa Madrasah di Aceh Besar Lulus SNBP, MAS RIAB Paling Banyak

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com