Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Waduh, PN Jakbar Vonis Mati Warga Aceh Penyelundup 250 Kg Sabu dari Malaysia

Admin1 by Admin1
14/11/2023
in Nanggroe
0
Jaksa Akan Kasasi Vonis Bebas Perkosaan Anak di Aceh Besar

Ilustrasi pengadilan. (Istockphoto/simpson33)

Jakarta – Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) menjatuhkan hukuman mati kepada warga Aceh Tamiang, Gustami (29). Terdakwa dinilai terbukti menyelundupkan 250 kg sabu jaringan internasional.

Kasus bermula saat Gustami dikontak Teuku (buron) untuk mengambil sabu di tengah laut menggunakan speedboat di Selat Malaka. Estafet narkoba antarnegara itu dilakukan pada 13 Februari 2023. Pada waktu yang ditentukan, dua pelaku mendekati speedboat Gustami dan sabu seberat 250 kg berpindah boat.

Gustami langsung tancap gas speedboat-nya ke arah Aceh. Narkotika yang disarukan menggunakan bungkus teh itu lalu dibawa lewat darat ke Jakarta menggunakan truk. Ternyata tindak-tanduk Gustami terendus aparat dan ia ditangkap. Gustami lalu diproses secara hukum dan diadili di PN Jakbar.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Gustami alias Agus bin Rusli dengan pidana mati,” demikian bunyi putusan PN Jakbar yang dilansir website-nya, Selasa (14/11/2023).

Duduk sebagai ketua majelis Sutarno dengan anggota Muhammad Irfan dan Sapto Supriyono. Majelis menilai perbuatan terdakwa dapat berakibat rusaknya pembinaan generasi muda dan bertentangan dengan semangat pemerintah dalam melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

“Terdakwa terindikasi terlibat dalam jaringan narkotika internasional. Keadaan yang meringankan tidak ada,” ucap majelis mempertimbangkan mengapa menjatuhkan hukuman mati.

PN Jakbar menyatakan hukuman mati masih perlu dipertahankan di Indonesia dengan alasan perlindungan masyarakat, untuk mencegah kejahatan berat, demi keadilan dan persatuan Indonesia, terutama bagi kasus tindak pidana peredaran narkotika. Merupakan salah satu langkah yang tepat dilakukan negara untuk mengeksekusi para pengedar narkoba yang dapat merusak generasi bangsa, dan pemberian hukuman mati bagi kasus tindak pidana peredaran narkotika merupakan salah satu langkah yang tepat dilakukan negara untuk mengeksekusi para pengedar narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.

“Serta penerapan hukuman mati bagi para terdakwa kasus narkoba tidak bisa dikatakan melanggar hak asasi manusia (HAM). Sebab, berdasarkan Undang-Undang Narkotika, jelas tercantum bahwa hukuman maksimal adalah hukuman mati,” beber majelis PN Jakbar.

PN Jakbar menyebut kaum abolisionis mendasarkan argumennya bahwa hukuman mati merupakan bentuk hukuman yang merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan hak asasi manusia, dan belum ada bukti ilmiah konklusif yang membuktikan korelasi positif antara hukuman mati dan penurunan tingkat kejahatan narkoba. Sedangkan kelompok retensionis, yang mendukung hukuman mati, dengan alasan utama adalah hukuman mati memberi efek cegah terhadap penjahat potensial kejahatan narkoba, sebab bila menyadari akan dihukum mati, penjahat demikian setidaknya akan berpikir seribu kali sebelum melakukan kejahatan narkoba.

“Kaum retensionis juga menolak pendapat kelompok abolisionis yang mengatakan hukuman mati (terhadap penjahat narkoba) bertentangan dengan kemanusiaan. Sebaliknya, mereka berpendapat justru kejahatan narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang menistakan perikemanusiaan. Kejahatan narkoba merupakan kejahatan kemanusiaan yang merenggut hak hidup tidak hanya satu orang, melainkan banyak manusia,” beber majelis dalam pertimbangannya.

Sumber: detik.com

Previous Post

PLN Tunjukkan Kesiapan Luar Biasa Sambut Investasi di Aceh

Next Post

Lepas Sambut Kepala Kemenag Aceh Tengah Berlangsung Khidmat

Next Post
Lepas Sambut Kepala Kemenag Aceh Tengah Berlangsung Khidmat

Lepas Sambut Kepala Kemenag Aceh Tengah Berlangsung Khidmat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bulog Sigli Gelontorkan Ribuan Ton Beras, Bentengi Pidie-Pidie Jaya dari Ancaman Gejolak Harga Pangan

Bulog Sigli Gelontorkan Ribuan Ton Beras, Bentengi Pidie-Pidie Jaya dari Ancaman Gejolak Harga Pangan

07/06/2026
Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

07/06/2026
SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

07/06/2026
Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

07/06/2026
Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

07/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com