SIGLI – Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, mengaku menyayangkan terkait belum adanya langkah kongkrit yang dari para pihak mengenai penanganan Rohingya di Aceh, khususnya Pidie.
“Kami sangat menyayangkan belum ada langkah – langkah kongkrit yang di ambil oleh UNHCR, IOM, Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat,” ujar Mahfuddin Ismail.
“Semuanya seperti lepas tangan dalam persoalan pengungsi Rohingya ini,” kata dia.
Menurutnya, dangan kondisi pengungsi Rohingya yang semakin banyak dan semakin liar seperti ini tentu sudah sangat menganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat Pidie.
“Kami mendesak UNHCR, IOM dan Gubernur Aceh dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat harus segera mengambil langkah penyelesaian secara konprehensif terkait masalah Rohingya ini.”
“Kami sangat khawatir ini dapat memicu konflik baru antara masyarakat Aceh dengan pengungsi Rohingya nantinya,” ujarnya lagi.
Sebelumnya diberitakan, ratusan warga Pidie memadati jalanan perkarangan pagar kantor DPRK kabupaten Pidie untuk menolak kedatangan etnik Rohingya yang dibawa dari Laweung ke halaman perkantoran DPRK Pidie, Kamis, 21 Desember 2023.
Terlihat warga sekitar meminta etnik Rohingya itu diusir dari kabupaten Pidie dengan berteriak-teriak “Pulangkan Rohingya ketempat asalnya.”
Massa terus meningkat memadati jalanan didepan Gedung DPRK Pidie.











