Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan dalam Kasus Pembunuhan IRT di Aceh

Admin1 by Admin1
05/01/2024
in Nanggroe
0
Kakek di Bima NTB Hamili Cucunya

Foto: Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)

Banda Aceh – Satreskrim Polresta Banda Aceh tidak menemukan adanya tanda-tanda pencurian dengan kekerasan (curas) dalam kasus terbunuhnya seorang ibu rumah tangga (IRT) di wilayah Kajhu Kabupaten Aceh Besar.

“Kami dalami TKP berulang dan mendetail. Memang dugaan awal itu curas. Ternyata hingga saat ini, tidak ditemukan barang berharga yang hilang,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadillah Aditya Pratama, di Banda Aceh, Kamis.

Padahal, kata Fadillah, di dalam rumah tersebut ada sepeda motor, dan bahkan handphone serta cincin emas korban juga tidak hilang.

Kemudian, tim menyelidiki lebih jauh ke akses masuk rumah, juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda dibobol maling, bekas congkelan atau dorongan paksa pintu maupun jendela.

“Tidak ada barang yang hilang. Maka kami di sini masih membutuhkan saksi lain dan ke TKP karena minim saksi,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang IRT asal Kota Sabang Evy Marina Amaliawati (53) ditemukan meninggal bersimbah darah dalam rumahnya di Gampong Kajhu Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (2/1).

Korban diduga dibunuh oleh seseorang menggunakan sebuah batu di bagian kepala. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya Cut Nur Marlia (25) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sejauh ini, lanjut Fadillah, pihaknya sudah memeriksa sebanyak enam saksi, yaitu dua orang tetangga, dua anak korban, kepala dusun dan pacar korban.

Berdasarkan hasil keterangan saksi tetangga, keduanya tidak mendengar adanya suara atau jeritan orang saat peristiwa terjadi antara pukul 03.00 WIB, sampai 17.00 WIB.

“Dalam rumah saat itu hanya ada mereka berdua yaitu korban bersama satu anaknya. TKP juga nempel dengan rumah kiri dan kanan dan depan juga dekat,” katanya.

Selain itu, Fadillah juga menjelaskan, berdasarkan keterangan anak korban, malam itu ia pulang ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB setelah ngopi bersama pacarnya.

Lalu, sekira pukul 02.30 WIB anak korban ini mendengar suara langkah seseorang di dalam rumah, kemudian ia menelpon pacarnya. Tetapi tidak dihiraukan dan langsung tidur.

Setelah, ia terbangun dan kembali itu melihat bayangan orang dalam rumah memakai baju hujan (mantel). Akhirnya ia mengaku sempat kaget dan pingsan.

“Ketika sadar dari pingsan, lalu ia melihat ibunya sudah bersimbah darah di kamarnya, dan menelpon cowoknya pukul 05.00 WIB untuk datang,” ujarnya.

Saat ini, tambah Fadillah, terhadap jenazah korban sudah dilakukan autopsi dan dikembalikan kepada keluarga.

“Maka selanjutnya kita masih menunggu hasil autopsi, sehingga lebih jelas penyebab kematiannya,” demikian Kompol Fadillah.

Sumber: antara

Previous Post

Warga di Pesisir Barat Selatan Aceh Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Next Post

Capres Prabowo: Kebebasan Pers Harus Dinamis

Next Post
Capres Prabowo: Kebebasan Pers Harus Dinamis

Capres Prabowo: Kebebasan Pers Harus Dinamis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Guru PJOK SMAN 1 Calang Raih Juara II Nasional Kempo 2026

Guru PJOK SMAN 1 Calang Raih Juara II Nasional Kempo 2026

11/07/2026
Menteri Bahlil Pertimbangkan Permintaan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun

Menteri Bahlil Pertimbangkan Permintaan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun

11/07/2026
Bunda PAUD Aceh Timur Wujudkan PAUD Bermutu

Bunda PAUD Aceh Timur Wujudkan PAUD Bermutu

11/07/2026
Ancaman Terhadap Amien Rais, PW Muhammadiyah Aceh: Bukan Zamannya Lagi Premanisme Mengatur Hukum

Refleksi Pidato Menteri ESDM di Hermes, Nasrul Zaman: Momentum Emas Mengunci Skema Onshore Blok Andaman

11/07/2026
Disdikbud Aceh Besar Suntik Semangat Kontingen O2SN Jelang Bertanding di Tingkat Provinsi

Disdikbud Aceh Besar Suntik Semangat Kontingen O2SN Jelang Bertanding di Tingkat Provinsi

11/07/2026

Terpopuler

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

09/07/2026

Ohku, ASN Pidie Jaya Wajib Gunakan Akun Pribadi untuk Publikasi Pemerintah

Malam Ini, Rektor, Walikota, dan Tokoh publik Baca Puisi di Kedai Kopi

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan dalam Kasus Pembunuhan IRT di Aceh

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com