Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

UNHCR: Pelarian Rohingya dari Aceh Bisa Mengarah ke Penyelundup

Admin1 by Admin1
24/01/2024
in Nanggroe
0
184 Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Kuala Matang Peulawi

Rohingya di Kompleks Masjid Raudahatul Jannah di Matang Peulawi, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin (27/3/2023). ANTARA/Hayaturrahmah

Banda Aceh – United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) menyatakan pelarian pengungsi Rohingya dari tempat penampungan di Aceh ke tempat tujuan lain bisa mengarah ke jaringan penyelundup karena keterpaksaan atau tidak punya pilihan.

“Termasuk menggunakan jaringan penyelundup (perjalanan tidak resmi), karena mereka tidak memiliki pilihan, dan putus asa dalam upaya mereka bersatu dengan keluarga mereka,” kata Juru Bicara UNHCR Indonesia, Mitra Salima Suryono yang dikonfirmasi dari Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Mitra merespon terkait kembali adanya tiga pengungsi Rohingya yang keluar atau kabur dari lokasi pengungsian sementara di Balai Meuseuraya Aceh (BMA) Banda Aceh, kemarin, Selasa (23/1).

Mitra menyampaikan, berdasarkan kejadian masa lalu, banyak pengungsi yang kemudian diketahui berpindah dari Aceh, dan karena mereka tidak memiliki kartu identitas atau dokumen perjalanan.

Sehingga, mereka tidak bisa menempuh perjalanan dengan cara-cara yang resmi (seperti dengan paspor, menggunakan visa, membeli tiket dan melalui bandara).

Akhirnya, para pengungsi Rohingya tersebut terpaksa harus menempuh perjalanan yang tidak resmi, hingga menggunakan jasa dari jaringan penyelundupan karena keputusasaan.

“UNHCR terus berkoordinasi dengan pihak otoritas dan mitra kerja kami di lapangan untuk memastikan bahwa pengamanan selalu ada di tempat penampungan,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, pengungsi Rohingya meninggalkan tempat penampungan di Indonesia untuk beberapa alasan, seperti ingin bersatu dengan keluarga mereka yang terpisah di negara tetangga (Malaysia).

Dalam rangka mencegah pelarian, kata Mitra, pihaknya selalu memberikan konseling kepada pengungsi terkait bahaya atau resiko jika menempuh perjalanan lanjutan seperti itu.

“Sebagai upaya pencegahan, konseling ini kami sampaikan secara rutin kepada para pengungsi,” katanya.

Dirinya menjelaskan, para perempuan, pria dan anak-anak yang rentan seperti mereka tetap memutuskan untuk melanjutkan perjalanan seperti itu. Meskipun telah mengetahui resikonya.

Artinya, semua itu menunjukkan adanya keputusasaan mereka dalam mencari solusi jangka panjang supaya dapat bersatu kembali dengan keluarga masing-masing.

“Solusi jangka panjang, butuh kerjasama antar negara di kawasan ini, di mana setiap negara diharapkan berkontribusi dalam semangat pemerataan tanggung jawab,” demikian Mitra Salima.

Sumber: antara

Previous Post

Kemenag Bangun Tiga Pusat Layanan Haji Terpadu di Aceh

Next Post

KAHMI Pidie Dukung Mohan Jadi Ketua Badko Aceh

Next Post
KAHMI Pidie Dukung Mohan Jadi Ketua Badko Aceh

KAHMI Pidie Dukung Mohan Jadi Ketua Badko Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

16/08/2026
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

16/08/2026
Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

16/08/2026
Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026
Bupati Pidie Jaya Kukuhkan Paskibraka, Tegaskan Amanah Menjaga Kehormatan Merah Putih

Bupati Pidie Jaya Kukuhkan Paskibraka, Tegaskan Amanah Menjaga Kehormatan Merah Putih

16/08/2026

Terpopuler

184 Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Kuala Matang Peulawi

UNHCR: Pelarian Rohingya dari Aceh Bisa Mengarah ke Penyelundup

24/01/2024

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com