Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Aceh Tempati Peringkat Pertama Keluarga Paling Bahagia di Indonesia

redaksi by redaksi
05/03/2024
in Nanggroe
0
Ribuan Buku Nikah Dimusnahkan di Aceh Besar, Kenapa?

BANDA ACEH – Keluarga di Provinsi Aceh menduduki peringkat pertama sebagai keluarga paling bahagia di Indonesia.

Kabupaten Bener Meriah tercatat sebagai kabupaten dengan Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) tertinggi di Provinsi Aceh yaitu 69,48 persen.

Data ini disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo.

“Kita BKKBN membuat indeks kebahagiaan keluarga, karena BKKBN visinya keluarga berkualitas. Saya apresiasi untuk Aceh. IBangga Aceh 65,38 paling tinggi se Indonesia. Indikatornya tiga yaitu tenteram, mandiri, bahagia,” jelas Hasto saat kunjungan kerja ke Banda Aceh pada 28-29 Februari 2024.

Indeks Pembangunan Keluarga merupakan suatu pengukuran kualitas keluarga yang ditunjukan melalui ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga. Salah satu yang dihasilkan oleh iBangga adalah terpotretnya gambaran akan peran dan fungsi keluarga untuk semua wilayah Indonesia.

Hasil dari indeks tersebut digunakan untuk mengklasifikasikan status pembangunan keluarga melalui kategori tangguh, berkembang, atau rentan.

Meskipun menjadi provinsi paling bahagia, Aceh masih memiliki banyak pekerjaan yang perlu diprioritaskan dałam program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan program penurunan stunting.

Hasto menjelaskan secara detil data-data apa saja yang harus diperhatikan oleh Provinsi Aceh.

Pertama, pasangan usia subur yang ber-KB di Aceh rata-rata baru 50 persen. Sementara, angka nasional menunjukkan KB modern (mCPR) rata-rata adalah 60,4 persen.

Kedua, unmet need atau kebutuhan KB yang belum terpenuhi di Provinsi Aceh adalah 13,4.

Terkait stunting, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Provinsi Aceh di angka 31,2 persen. Artinya, tren penurunannya belum signifikan.

“Sebetulnya kami punya target untuk Aceh. Per kabupaten sudah kita targetkan berdasarkan proyeksi. Targetnya sudah kita pasang tidak sampai menyentuh 14 persen di 2024 karena angkanya terlalu berat. Tetapi arahan presiden betul-betul sampai 14 persen,” lanjut dokter Hasto.

Relasi Stunting dengan Kematian Ibu dan Bayi

Angka stunting perlu diturunkan karena hal ini memiliki relasi dengan angka kematian ibu dan bayi.

“Stunting related dengan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan juga rata-rata kehamilan,” ujar dokter Hasto.

Di Aceh, perempuan melahirkan rata-rata (TFR) masih di angka 2,42 (Long Form SP2020, BPS ). Ini masih di atas angka nasional 2,1.

“Dari 23 kabupaten/kota, hanya Kota Banda Aceh yang angkanya di bawah nasional, yaitu 2,04,“ jelas Hasto.

Kondisi ini menunjukkan jumlah anak di Aceh cukup banyak. Makin banyak jumlah anak, stunting makin tinggi, karena biasanya jarak kelahiran terlalu rapat.

Tingkat Melahirkan Usia Remaja

Dari data diketahui pula Angka Tingkat Kelahiran Remaja (ASFR 15-19 Tahun) di Aceh yakni 16,40 persen.

“Ini bagus karena ternyata orang Aceh yang hamil terlalu muda usia 15-19 tahun termasuk baik. Kalau nasional 26,64. Artinya, setiap 1000 orang perempuan Indonesia yang sudah hamil antara usia 15-19 tahun sebanyak 26 orang. Aceh, alhamdulillah, hamil mudanya tidak terlalu banyak,” ucap Hasto.

Meski begitu, dari data yang ada, tiga kabupaten memerlukan perhatian lebih karena angka hamil mudanya masih tinggi, yaitu:
Gayo Lues 46,8 persen.
Simeulue 44,3 persen.
Aceh Tenggara 38,3 persen.

Prioritas untuk ketiga kabupaten tersebut adalah mencegah kawin muda.

“Data yang ada itu harus hidup dan kita hidupkan. Kalau kita programnya tidak di guidance, oleh data, kita habis uang banyak, tetapi nggak ngefek,” tandas Hasto.

Sumber: liputan6.com

Previous Post

Perolehan Suara DPRA Golkar di Dapil Aceh 1, Caleg Incumben Unggul

Next Post

Krak, Kakek di Banda Aceh Tangkap Pencuri Sepeda Motor

Next Post
Krak, Kakek di Banda Aceh Tangkap Pencuri Sepeda Motor

Krak, Kakek di Banda Aceh Tangkap Pencuri Sepeda Motor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

14/08/2026
Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

14/08/2026
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

14/08/2026
TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

14/08/2026
RSUD-TP Abdya Dipercaya sebagai RSJP untuk Mendukung Pelaksanaan PPDS Urologi Fakultas Kedokteran USK

RSUD-TP Abdya Dipercaya sebagai RSJP untuk Mendukung Pelaksanaan PPDS Urologi Fakultas Kedokteran USK

14/08/2026

Terpopuler

Ribuan Buku Nikah Dimusnahkan di Aceh Besar, Kenapa?

Aceh Tempati Peringkat Pertama Keluarga Paling Bahagia di Indonesia

05/03/2024

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com