SIGLI – Tidak seperti biasanya, setiap menyambut malam Idul Fitri, saban tahunnya selalu ada pawai takbiran hampir di seluruh Aceh.
Sangat disayangkan di momen sakral lebaran kali ini, Pemerintah Kabupaten Pidie tiadakan Takbir Keliling, padahal warga Pidie di perantauan yang pulang ke kampung halaman sangat menginginkan momen takbir keliling diselenggarakan oleh Pemkab Pidie seperti biasanya tahun-tahun berlalu.
Hal itu dikatakan oleh Nazar, salah satu pemuda perantau yang pulang ke Pidie kepada Atjehwatch.com, 9 April 2024.
Dikatakannya, sungguh aneh tidak seperti biasa, Pemkab Pidie tidak menjalan Qanun nomor 11 tahun 2022 tentang pelaksanaan syariat Islam bidang ibadah dan syiar Islam, dan padahal covid 19 sudah berlalu tapi kenapa Pemkab Pidie tidak melaksanakan pawai akbar malam takbiran.
“Padahal PJ Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama forkopimda plus melepas peserta pawai takbir keliling Idul Fitri 1445 H/2024 di halaman mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa, (09/04), tapi Pemkab Pidie terkesan tidak peduli hajatan masyarakat dalam menyambut momentum hari kemenangan setelah berpuasa satu bulan,” kata Nazar.
Aneh tapi nyata, Pemkab Pidie seperti tidak serius mengurus daerah, seperti tidak peduli terhadap kearifan lokal masyarakat Pidie.
“Mestinya, hal-hal sakral yang sudah menjadi tradisi masyarakat di Pidie tidak serta merta ditiadakan begitu saja oleh Pemkab Pidie,” katanya.[Mul]








