Aceh Selatan- Terkait pemberitaan atas keluhan warga terhadap serangan hama dan gagal panen, kepala BPP kecamatan Meukek, kabupaten Aceh selatan. sudah turun langsung langsung kelokasi persawahan yang terkena hama hawar daun dan penggerek batang pada tanaman padi di gampong sengseng,dari pihak dinas sudah turun dan melihat langsung sejauh mana sudah penanganan hama oleh masyarakat.
“Nila Kusma,kepala BPP. merespon atas pemberitaan dan komentar dari salah seorang warga yang mengatakan bahwa diperkirakan lahan persawahan yang gagal panen mencapai 20 hektar telah ditindaklanjuti kelapangan bersama kepala BPP, POPT-PHP beserta penyuluh,dalam keterangan nya yang disampaikan kepada awak media bahwa bukan 20 hektar yang gagal panen,namun ada juga sebagian yang masih bagus walaupun tidak begitu sempurna.
Luas lahan yang ada di desa Bukit Meuh 10 Ha, hama yang terserang yaitu hawar Daun 10 % dan penggerek batang 7 % dengan luas lahan yang terserang mencapai 1 Ha.
Mengenai bantuan dari dinas pertanian selalu di salurkan ke para petani yang terserang hama tersebut.
Dan mengenai berita gagal panen di desa buket meuh itu tidak benar.
Iya tidak benar gagal panen seluas 20 hektar ,cuma 1 hektar; kata Nila Kusma.
“Dihubungi secara terpisah, Juanda, tokoh pemuda dan juga berprofesi sebagai petani. Ini membantah bahwa tidak terlalu luas yang terserang hama,coba cek kelapangan langsung dan rekam dari hulu ke hilir apakah ini bukan dikatakan gagal panen;tanya Juanda kepada awak media.
Juanda,mengatakan bahwa yang terkena hama itu semua lahan petani yang terdampak,tapi dalam satu petak hanya separuh yang bisa dipanen bahkan ada beberapa orang petani yang gagal total. Ia menambahkan, kalau saja benar ada pembagian obat-obatan kepada petani kenapa tidak sampai ketangan saya dan banyak petani lain nya, selama ini saya membeli sendiri dengan uang pribadi saya,mulai dari bibit,pupuk dan obat-obatan; tutup nya.











