Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Siswa Pramuka Tamiang Tour ke Situs Bukit Kerang Usia 4.000 Tahun

redaksi by redaksi
04/08/2024
in Lintas Timur
0
Siswa Pramuka Tamiang Tour ke Situs Bukit Kerang Usia 4.000 Tahun

Perwakilan Pramuka Penggalang se Aceh Tamiang saat mengunjungi situs Bukit Kerang di Kampung Masjid, Kecamatan Bendahara, dalam rangka study tour cagar budaya Aceh Tamiang menyambut HUT Pramuka ke 63. (ANTARA/HO-Pramuka Aceh Tamiang).

Tamiang – Siswa pramuka tingkat penggalang atau SMP se Kabupaten Aceh Tamiang mengunjungi sejumlah situs cagar budaya dari istana raja hingga bukit kerang peninggalan prasejarah yang masih terjaga kelestarian.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Aceh Tamiang Agus Salim mengatakan tour ke objek situs sejarah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa secara langsung teori dengan praktik di lapangan dan memperluas wawasan mereka melalui eksplorasi.

“Ini merupakan wisata pendidikan yang di dalamnya ada edukasi agar para siswa mengetahui suatu proses sejarah itu tercipta,” kata Agus Salim di Aceh Tamiang, Minggu.

Ia menjelaskan perjalanan study cagar budaya Aceh Tamiang dimulai Sabtu (3/8) dalam rangka menyambut HUT Pramuka ke 63 yang diperingati pada 14 Agustus 2024, dengan mengusung tema Meningkatkan Kecerdasan Karakter Bangsa dan Cinta Warisan Budaya.

Adapun situs cagar budaya yang disambangi pelajar pramuka di antaranya, bangunan tugu, istana raja Tamiang dan makam keramat serta bukit kulit kerang peninggalan manusia purbakala.

“Ada beberapa titik cagar budaya yang dikunjungi yaitu monumen Tugu Upah, Istana Karang, Makam Raja Silang, Tengku Banta Ahmad dan pabrik kelapa sawit (PKS) PT Scofindo Sei Liput yang juga memiliki nilai sejarah sebagai PKS pertama di Indonesia dibangun pada 1922,” ujar Agus.

Sementara itu, lanjut Agus, salah satu situs cagar budaya yang menarik untuk diteliti yaitu Bukit Kerang. Konon fosil cangkang kerang yang ditumpuk menyerupai bukit tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 4.000 tahun.

Situs cagar budaya Bukit Kerang berada di Kampung Masjid, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Dalam beberapa tahun terakhir lokasi Bukit Kerang sudah mendapat pemugaran menggunakan anggaran dana desa (ADD). Pemkab Aceh Tamiang berencana memugar situs tersebut menjadi ikon wisata sejarah di daerah itu.

Sementara itu, Juru Pelihara (Jupel) Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh Husni Hidayat mengatakan diperlukan anggaran Rp1 miliar untuk memugar keseluruhan cagar budaya Bukit Kerang, mulai perbaikan pagar, gapura, akses jalan dan paving block.

Menurut Husni Bukit Kerang di wilayah Sungai Iyu Aceh Tamiang itu sudah ditetapkan tahun 2003 oleh BPCB Aceh sebagai situs cagar budaya peninggalan manusia purbakala yang hidup ribuan tahun silam.

“Usia kulit kerang yang membentuk seperti bukit itu diperkirakan sudah 4.000 tahun sebelum Masehi,” ujarnya.

Konon, lanjut Husni, kawasan Bukit Kerang tersebut merupakan lautan. Penelitian perdana pernah dilakukan oleh orang Belanda sekitar tahun 1920-1930. Peneliti juga menemukan tali kapal sepanjang ratusan meter.

“Selain kulit kerang, peninggalan purbakala yang diyakini masih tersisa ada batang kayu jenis damar, rambutan hutan dan rambung hutan berada di lokasi yang sama,” katanya.

Husni menambahkan di wilayah pesisir Aceh Tamiang terdapat lima titik Bukit Kerang tersebar di lima desa dan dua kecamatan. Namun, empat Bukit Kerang lainnya sudah rata dengan tanah.

“Yang masih ada buktinya Bukit Kerang di Kampung Masjid ini. Dulu tingginya mencapai tujuh meter, sekarang hanya tinggal tiga meter saja akibat banyak dijarah warga sekitar dijual untuk dijadikan bahan kapur,” ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Bidang pendidikan Bela Negara Muhammad Zakiruddin menganggap kegitan pramuka penggalang di luar sekolah sangat bagus agar generasi muda Aceh Tamiang tidak lupa akan sejarah dan budaya.

Bahkan dalam menyambut HUT Pramuka ke 63 dan HUT RI ke 79 tahun 2024, pihaknya telah menjadwalkan rangkaian kegiatan pramuka.

Pada 13 Agustus 2024, kata dia, Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang akan menggelar upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kuala Simpang, 14 Agustus 2024, upacara HUT Pramuka ke 63 di Bumi Perkemahan (Bumper) Pancasila Desa Aras 9.

“Menyambut HUT Pramuka nanti kita juga akan melakukan pelestarian alam dengan menanam seribu pohon mangrove di pesisir Seruway pada 15 Agustus,” demikiannya.

Sumber: antara

Previous Post

Tes Panwaslihcam di Pidie Jaya Berjalan Lancar

Next Post

Pj Sekda Aceh: PON XXI Semakin Dekat, Mari Bekerja Maksimal

Next Post
Pj Sekda Aceh: PON XXI Semakin Dekat, Mari Bekerja Maksimal

Pj Sekda Aceh: PON XXI Semakin Dekat, Mari Bekerja Maksimal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemuda Muhammadiyah Abdya Desak Semua Komite Sekolah Dievaluasi

Pemuda Muhammadiyah Abdya Desak Semua Komite Sekolah Dievaluasi

14/05/2026
Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

14/05/2026
Seniman Aceh Zulkifli alias Zul Kande

Zul Kande Soroti Pungutan Biaya FLS3N Aceh, Minta Dinas Pendidikan Jaga Prestasi Siswa

14/05/2026
Senator Azhari Cage Minta Pergub JKA di Aceh Dikaji Ulang

Senator Azhari Cage Minta Pergub JKA di Aceh Dikaji Ulang

14/05/2026
Demo Tolak Pergub JKA di Kantor Gubernur Aceh Berakhir Ricuh

KKJ Kecam Aksi Represif Polisi Terhadap Tiga Jurnalis Saat Demo JKA di Kantor Gubernur Aceh

14/05/2026

Terpopuler

Temui Kepala BPS Aceh, Darwati Soroti Banyak Warga Tidak Mampu Masuk dalam Desil 8 hingga 10

Temui Kepala BPS Aceh, Darwati Soroti Banyak Warga Tidak Mampu Masuk dalam Desil 8 hingga 10

12/05/2026

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Keuchik Osha Terima SK dari DPP di Jakarta Sebagai Ketua PAN Abdya

Senator Azhari Cage Minta Pergub JKA di Aceh Dikaji Ulang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com