Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Safriati: Harga Produk Lokal Aceh Cenderung Mahal, Tawarkan Solusi

redaksi by redaksi
06/10/2024
in Lintas Timur
0
Safriati: Harga Produk Lokal Aceh Cenderung Mahal, Tawarkan Solusi

Lhokseumawe – Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Hj. Safriati, mengunjungi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Lhokseumawe, Sabtu, 5/10/2024, untuk meninjau perkembangan kerajinan lokal yang tengah dipromosikan di wilayah tersebut. Dalam kunjungan itu, Safriati menyoroti pentingnya mempertahankan identitas budaya Aceh dalam setiap produk kerajinan yang dibuat.

“Ada ciri khas keacehan, seperti pinto Aceh misalnya. Orang melihat langsung tahu identitas dari motif bordirnya,” ujar Safriati, menunjukkan selempang bermotif bunga. Ia menekankan bahwa sentuhan budaya lokal seperti ini sangat penting untuk memperkuat citra produk kerajinan Aceh di pasar yang lebih luas.

Namun, Safriati juga mengakui bahwa meski produk lokal memiliki kualitas tinggi, harga yang cenderung mahal menjadi tantangan tersendiri bagi pengrajin dan pelaku usaha lokal.

“Harga kita juga mahal. Harus cari solusi,” katanya.

Sebagai upaya untuk mengatasi hal ini, Safriati berencana mendorong kerjasama antar kabupaten dan kota di Aceh agar mereka dapat berbagi bahan baku dengan harga lebih terjangkau, yang nantinya bisa didistribusikan dari tingkat provinsi.

“Kita bisa mengambil skala besar, sehingga daerah-daerah bisa mendapatkan bahan baku dari provinsi dengan harga lebih murah,” ujar Safriati, menekankan pentingnya sinergi antar wilayah untuk mendukung industri kerajinan.

Selain itu, Safriati juga menyinggung pentingnya promosi yang lebih masif. Meski produk lokal memiliki kualitas yang bagus, menurutnya, promosi yang dilakukan saat ini belum maksimal. “Produk kita bagus, tapi promosi belum maksimal. Kita akan coba membuat galeri di tingkat provinsi untuk mempromosikan produk unggulan dari seluruh kabupaten/kota,” tambahnya.

Ia juga mengusulkan agar Dekranasda di tingkat kabupaten mengundang pengrajin dari luar, seperti dari Pulau Jawa, untuk berbagi pengalaman dan teknik kerajinan. Selain itu, Safriati tertarik dengan pendekatan yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seni menenun sudah masuk ke dalam kurikulum sekolah, memungkinkan anak-anak untuk belajar kerajinan sejak dini. “Di NTT, banyak anak-anak yang bisa menenun karena masuk kurikulum sekolah. Mama-mama di sana mendampingi langsung anak sekolah belajar menenun. Kita harus melakukannya juga,” ujarnya, berharap tradisi kerajinan Aceh dapat terus berkembang di kalangan generasi muda. []

Previous Post

Israel Membabi-buta Gempur Lebanon, Situs UNESCO Terancam Hancur

Next Post

Istri Nelayan Pusong Curhat ke Istri Pj Gubernur

Next Post
Istri Nelayan Pusong Curhat ke Istri Pj Gubernur

Istri Nelayan Pusong Curhat ke Istri Pj Gubernur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Terkait Kematian Mahasiswa Poltekpel, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

Terkait Kematian Mahasiswa Poltekpel, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

28/09/2026
Dua Terduga Pencuri Meteran Air di Banda Aceh Ditangkap

Dua Terduga Pencuri Meteran Air di Banda Aceh Ditangkap

28/09/2026
Pemkab Aceh Tamiang Siapkan Lahan untuk Pembangunan 2.212 Hunian Tetap

Pemkab Aceh Tamiang Siapkan Lahan untuk Pembangunan 2.212 Hunian Tetap

28/09/2026
Omen, Banjir Juga Rendam 312 Rumah Warga di Kota Subulussalam

Omen, Banjir Juga Rendam 312 Rumah Warga di Kota Subulussalam

28/09/2026
Ohku, 13 Desa di Aceh Tenggara Kembali Terendam Banjir

Ohku, 13 Desa di Aceh Tenggara Kembali Terendam Banjir

28/09/2026

Terpopuler

Safriati: Harga Produk Lokal Aceh Cenderung Mahal, Tawarkan Solusi

Safriati: Harga Produk Lokal Aceh Cenderung Mahal, Tawarkan Solusi

06/10/2024

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

Ditantang Mundur, Hasan Basri: Laporkan Saya ke Mendagri

Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

Dipercaya Jadi Khatib di Kampung Sendiri, Dua Santri Al Zahrah Buktikan Hasil Didikan Pesantren

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com