Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Rencana Menbud Fadli Zon Bangun Bioskop di Aceh Tuai Kritik

redaksi by redaksi
15/01/2025
in Nanggroe
0
Fadli Zon Dorong Mualem-Dek Fadh Bangun Museum Peradaban Islam di Aceh

BANDA ACEH – Sineas asal Aceh Davi Abdullah mengkritik rencana Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon membangun bioskop di provinsi Serambi Mekah.

Davi berkata pandangan Fadli Zon soal Aceh dan bioskop menunjukkan ketidakpahaman terhadap budaya Aceh dan tren budaya digital yang sedang berjala saat ini.

“Menteri Kebudayaan sepertinya tidak mengikuti perkembangan zaman. Kini kita hidup di era digital di mana orang lebih memilih menonton film melalui platform OTT (Over-The-Top) di rumah mereka, bukan lagi bergantung pada bioskop tradisional,” kata Davi, Selasa (14/1).

Davi mengingatkan Fadli Zon bahwa pandangan Aceh soal bioskop tak lepas dari prinsip syariat Islam yang dianggap penting masyarakat.

Lebih dari itu, kata dia, budaya Aceh soal hiburan tontonan tak sebatas pelarangan bangunan bioskop. Jika hanya soal biskop, dia menyebut Menteri Fadli Zon berpandangan mundur.

Menurutnya, dunia hiburan kini telah memasuki era baru yang sangat dipengaruhi oleh teknologi, dengan kemudahan mengakses film dan tayangan lainnya dari berbagai platform streaming.

Orang-orang saat ini sudah berlomba-lomba menikmati hiburan melalui home cinema dan layanan streaming digital. Ini adalah perubahan besar mengonsumsi film dan hiburan secara umum dan mendunia.

“Tentang bioskop dan syariat Islam memang penting, tetapi kita tidak bisa menafikan kenyataan bahwa cara orang menonton film sekarang jauh lebih fleksibel. Banyak penonton kini memilih untuk menikmati film melalui platform digital,” katanya.

Davi berharap di masa depan kebijakan terkait perfilman dan budaya bisa lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi dan lebih mengakomodasi kebiasaan masyarakat yang sudah beralih ke platform digital.

Selain itu, ia berharap Menteri kebudayaan juga lebih berpandangan luas untuk pemajuan kebudayaan Aceh.

Menurut Davi kebudayaan Aceh bergerak ke arah mempertahankan nilai-nilai tradisional yang kaya, sambil mengadaptasi unsur-unsur modern dan global.

Serta berusaha menguatkan identitas melalui pemeliharaan warisan budaya, pelestarian seni dan tradisi, serta pemanfaatan kebudayaan dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

“Industri film harus bergerak seiring dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan digital. Ini adalah kesempatan untuk mengembangkan industri film Indonesia agar semakin berkembang di kancah global,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berencana menghadirkan bioskop di Aceh untuk mewadahi karya anak bangsa agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Aceh hingga hari ini belum memiliki satupun bioskop.

Namun ia juga meminta agar aturan di Aceh harus diubah sedikit agar proses pembangunan bioskop tersebut bisa terlaksana tanpa melanggar aturan yang berlaku.

“Kita akan bikin bioskop, mungkin aturannya harus diubah lah dikit. Karena penting bioskop ini, karena ini hanya medium sebagai bentuk ekspresi budaya,” kata Fadli Zon saat memberikan kuliah umum di Aula Utama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Senin (13/1).

Menurutnya kehadiran bioskop, khususnya di negara-negara yang mayoritas penganut agama islam di dunia juga sudah mulai berkembang. Ia mencontohkan seperti Arab Saudi hingga Qatar.

“Menurut saya perlu ada tempat untuk menjadi kantong (untuk ekspresi karya), bioskop di Aceh perlu ada, karena ya seluruh dunia juga ada bahkan di negara islam,” ucapnya.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Dua Siswa MIN 27 Peserta SEAMO Tingkat Asian Tenggara Kuala Lumpur Dipeusijuek

Next Post

Oemar Diyan Cup Ke-5: Babun Najah FC Raih Kemenangan Gemilang

Next Post
Oemar Diyan Cup Ke-5: Babun Najah FC Raih Kemenangan Gemilang

Oemar Diyan Cup Ke-5: Babun Najah FC Raih Kemenangan Gemilang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Bantu Pemulangan Korban ‘Scammer’ Asal Aceh dari Kamboja

Senator Azhari Cage Bantu Pemulangan Korban ‘Scammer’ Asal Aceh dari Kamboja

11/08/2026
KPK Sebut Dedi Congor Sudah Jadi Tersangka di Kortas Tipidkor Polri

KPK Sebut Dedi Congor Sudah Jadi Tersangka di Kortas Tipidkor Polri

11/08/2026
Calon Senat Muslim AS Ejek Trump usai Disebut Tukang Bual

Calon Senat Muslim AS Ejek Trump usai Disebut Tukang Bual

11/08/2026
Kepala Biro Isra: Ubah Potensi Menjadi Kekuatan

Kepala Biro Isra: Ubah Potensi Menjadi Kekuatan

10/08/2026
Di Balik Semarak HUT RI ke-81 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

Di Balik Semarak HUT RI ke-81 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

10/08/2026

Terpopuler

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

10/08/2026

Rencana Menbud Fadli Zon Bangun Bioskop di Aceh Tuai Kritik

YEL Semarakkan Kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional dan Orangutan Sedunia di Abdya

Di Balik Semarak HUT RI ke-81 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com