Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Ohku, 114 Warga di Aceh Masih Dipasung Akibat Gangguan Jiwa

redaksi by redaksi
07/02/2025
in Nanggroe
0
Ohku, 114 Warga di Aceh Masih Dipasung Akibat Gangguan Jiwa

Foto: Ilustrasi. (dok.detikcom)

Banda Aceh – Sebanyak 21 ribu warga Aceh disebut mengalami gangguan jiwa dan 114 di antaranya dipasung. Pemerintah Aceh meluncurkan program pencanangan Aceh Eliminasi Pasung untuk memberikan layanan yang layak ke Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Program tersebut diluncurkan Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Jumat (7/2/2025). Kegiatan itu dihadiri sejumlah Pj bupati dan walikota di Aceh.

Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Hanif, mengatakan pencanangan Aceh Eliminasi Pasung ini bertujuan agar tidak ada lagi masyarakat yang mengalami pemasungan. Menurutnya, ada 21 ribu ODGJ di Aceh dan 50 persen di antaranya menderita gejala kejiwaan berat.

“Catatan RSJ ada 114 orang yang dipasung di seluruh Aceh. Target kami adalah eliminasi pasung di Aceh selesai tahun ini. Kami siap membantu bupati dan wali kota untuk menjemput dan mengobati mereka,” kata Hanif dalam keterangannya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Aceh itu menjelaskan, peran keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung pemulihan ODGJ. Selain itu, juga diperlukan pelatihan keterampilan agar mereka dapat berbaur kembali dalam masyarakat.

RSJ Aceh, kata Hanif, punya tempat layanan rehabilitasi di kawasan Kuta Malaka Aceh Besar. Di sana, pasien yang telah sembuh secara klinis akan diajarkan berbagai ketrampilan.

Hafif berharap usai penyembuhan di sana dan dikembalikan ke masyarakat, mereka dapat menjadi pribadi yang mandiri. Pencanangan yang dilakukan disebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan kesehatan mental dan menghapus stigma terhadap ODGJ di Aceh.

“Semua berhak mendapatkan layanan kesehatan tanpa diskriminasi,” ujar Hanif.

Safrizal menekankan pentingnya perhatian terhadap ODGJ dan hak-hak mereka sebagai warga negara. Menurutnya, banyak yang memandang remeh ODGJ, padahal mereka memiliki hak yang sama.

“Kita harus berusaha memberikan layanan yang layak bagi mereka,” jelas Safrizal.

Safrizal juga menyoroti Aceh merupakan salah satu provinsi dengan jumlah ODGJ terbanyak karena disebabkan oleh berbagai faktor termasuk kondisi sosial, tekanan kehidupan, dan konflik serta bencana.

“Kita prihatin dan harus melakukan sesuatu. Layanan kesehatan jiwa di Aceh termasuk yang besar. Kita juga memiliki fasilitas kesehatan jiwa yaitu Seuramoe Sehat Jiwa di Kuta Malaka (Aceh Besar) yang mampu menampung 300 jiwa, namun kita berharap pelayanan rumah sakit jiwa dapat dimaksimalkan,” jelas Safrizal.

Safrizal menegaskan penderita ODGJ yang membahayakan harus segera dievakuasi ke rumah sakit jiwa dan tidak dipasung, karena pemasungan hanya akan melemahkan kondisi mereka.

“Pasung bukanlah solusi, namun justru menambah berat penyakit mereka. Kita harus berpartisipasi dalam menghentikan praktik ini demi kemanusiaan,” tegasnya.

Sumber: detik.com

Previous Post

Kwarcab Pramuka Aceh Besar Lakukan Akreditasi Gudep SMPN 1 Lhoong

Next Post

Empat Pengawas Madrasah Kanwil Kemenag Aceh Raih Anugerah Nasional

Next Post

Empat Pengawas Madrasah Kanwil Kemenag Aceh Raih Anugerah Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Aceh Terbitkan DPO Tersangka Pelecehan Seksual

Polda Aceh Terbitkan DPO Tersangka Pelecehan Seksual

12/06/2026
Salurkan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp1 Miliar Lebih, Dr. Safaruddin Minta Ahli Waris Untuk Pendidikan Anak

Salurkan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp1 Miliar Lebih, Dr. Safaruddin Minta Ahli Waris Untuk Pendidikan Anak

12/06/2026
Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman

Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman

12/06/2026
Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

12/06/2026
Parlemen Iran: Trump Punya 2 Pilihan, Harus Menyerah atau Menyerah

Parlemen Iran: Trump Punya 2 Pilihan, Harus Menyerah atau Menyerah

12/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com