Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

FPMPA Sesalkan Penyataan Ketua DPRA Seret Wagub dan Bendahara Gerindra Aceh

redaksi by redaksi
22/02/2025
in Nanggroe
0
FPMPA Sesalkan Penyataan Ketua DPRA Seret Wagub dan Bendahara Gerindra Aceh

Banda Aceh – Kegaduhan yang timbul oleh protes ketua DPRA kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh seyogyanya tidak terjadi jika ketua DPRA melakukan komunikasi yang baik dengan ketua umum DPA Partai Aceh, H Muzakir Manaf yang kini menjabat Gubernur Aceh. Pasalnya protes keras dinilai tak subtantif dan hanya berpotensi merusak hubungan baik antara eksekutif dan legislatif maupun antara Aceh dan pusat.

“Anehkan, jika membuat kegaduhan hanya karena persoalan paraf, kop surat dan redaksi surat. Padahal, pemberi paraf bukan orang yang bertanggung jawab atas isi surat keputusan itu. Seseorang yang memaraf surat keputusan itu hanya bertugas memastikan bahwa surat itu sesuai format, jadi pihak yang membubuhi paraf itu juga tidak boleh merubah subtansi surat, serta berbagai persoalan adminitrasi lainnya yang sebenarnya tak merubah subtansi keputusan tersebut,” ungkap Ketua Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) Muhammad Jasdy, Sabtu 22 Februari 2025.

Pria yang akrab disapa Jhon Jasdy itu mengatakan, secara format, surat tersebut tak menyalahi aturan BKN. Apalagi, sudah ada pernyataan pakar hukum yang memperkuat keabsahan surat penunjukan Plt Sekda tersebut. Sehingga, semakin menunjukkan protes ketua DPRA tersebut tidak mendasar dan hanya menimbulkan kegaduhan yang merugikan Aceh.

Seharusnya, kata Jhon Jasdy, seorang ketua DPRA memahami betul bahwa yang menandatangani surat tersebut adalah Gubernur yakni Mualem yang juga ketua Partai Aceh tempat beliau bernaung, bukan wakil gubernur. Sementara, Wakil Gubernur hanya menyerahkan surat keputusan penunjukan Plt Sekda tersebut.

“Kenapa ketua DPRA justru memprotes Wakil Gubernur Fadhlullah, padahal yang tanda tangani surat tersebut adalah Mualem sebagai Gubernur. Sementara, Wagub hanya menyerahkan. Dengan memprotes Wagub, berarti juga Ketua DPRA sedang memprotes pemerintahan officio dan juga memprotes Mualem sebagai Gubernur dan Ketum PA yang merupakan pengambil keputusan tersebut,” ujarnya.

FPMPA juga menyesalkan pernyataan ketua DPRA dalam sidang DPRA yang terkesan menjelekkan nama Wakil Gubernur Fadhlullah dan Bendahara Gerindra Aceh Irysadi.

“Jika Ketua DPRA secara publik menjelekkan Wagub dan Irsyadi, maka akan berpotensi merusak komunikasi Aceh dengan Jakarta. Pasalnya, selama ini di Jakarta, Wagub yang merupakan ketua Gerindra Aceh dan Irsyadi adalah sosok yang dihormati karena komunikasinya yang baik dengan semua pejabat di level Kementrian. Hal seperti ini sebenarnya tak elok karena dapat merusak hubungan Aceh dan Pusat yang kini mulai membaik,” sebutnya.

Jhon Jasdy juga menilai, protes keras ketua DPRA atas keputusan Gubernur Aceh dengan menyeret nama Wagub tersebut juga berpotensi merugikan rakyat Aceh.

“Jika ketua DPRA masih terus-terusan menjelekkan wagub dan bendahara Gerindra, maka dikhawatirkan akan berefek kepada proses lobi terkait Prolegnas revisi UU Nomor 11 Tahun 2006 (UUPA) dan penambahan dana Otonomi Khusus,”katanya.

Kata Jhon Jasdy, jika revisi UUPA untuk perpanjangan dana Otsus stagnan, maka pada akhirnya akan membuat Aceh semakin terpuruk terutama setelah melewati periode efisiensi.

“Intinya, jangan sampai gegara sikap ketua DPRA yang demikian, justru yang dirugikan adalah rakyat Aceh. Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga, jangan sampai karena misi pribadi tertentu merugikan rakyat Aceh semua,” pungkasnya.

Previous Post

Pemkab Tingkatkan Sinergi Antarorganisasi Majukan Pendidikan

Next Post

Mendagri Diminta Cabut Surat Pemberhentian Sulaimi dari Sekda Aceh Besar

Next Post
Sekwan: Pelantikan DPRK Aceh Besar Terpilih Dijadwalkan 20 Agustus

Mendagri Diminta Cabut Surat Pemberhentian Sulaimi dari Sekda Aceh Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kepala Biro Isra: Ubah Potensi Menjadi Kekuatan

Kepala Biro Isra: Ubah Potensi Menjadi Kekuatan

10/08/2026
Di Balik Semarak HUT RI ke-80 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

Di Balik Semarak HUT RI ke-80 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

10/08/2026
Wabub Abdya Lepas 26 Peserta Kontingen Pramuka ke Cibubur ikut Jambore Nasional

Wabub Abdya Lepas 26 Peserta Kontingen Pramuka ke Cibubur ikut Jambore Nasional

10/08/2026
Nurdiansyah Alasta Resmi Daftar Calon Ketua Demokrat Aceh, Berkas Diterima SC Musda

Nurdiansyah Alasta Resmi Daftar Calon Ketua Demokrat Aceh, Berkas Diterima SC Musda

10/08/2026
Satu Hektare Lahan Rumbia Terbakar di Aceh Besar

Satu Hektare Lahan Rumbia Terbakar di Aceh Besar

10/08/2026

Terpopuler

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

10/08/2026

FPMPA Sesalkan Penyataan Ketua DPRA Seret Wagub dan Bendahara Gerindra Aceh

YEL Semarakkan Kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional dan Orangutan Sedunia di Abdya

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

224 Warga Pidie Jaya Ikuti Pelatihan Kerja, Dinsos Bidik Kemandirian Ekonomi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com