Lhokseumawe – Puluhan relawan yang tergabung dalam Rumah Kita Bersama (RKB) Kota Lhokseumawe menggelar acara buka puasa bersama di Caffe M NEK, Jalan Darussalam, Kota Lhokseumawe. Acara ini bukan sekadar ajang berbagi kebersamaan di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi momentum strategis bagi RKB untuk memperkuat silaturahmi dan mengonsolidasikan kekuatan rakyat dalam mengawal demokrasi yang sehat dan berpihak kepada kepentingan publik.
Ketua RKB Kota Lhokseumawe, Sofyan, yang menjadi penyelenggara acara ini, menegaskan bahwa kebersamaan dan solidaritas rakyat tidak boleh hanya muncul dalam siklus politik lima tahunan. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam proses demokrasi harus menjadi budaya yang terus dipupuk agar pemerintahan berjalan sesuai dengan kepentingan rakyat.
“Acara ini kami selenggarakan untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus sebagai ajang konsolidasi bagi RKB Kota Lhokseumawe. Kami ingin menunjukkan bahwa rakyat bukan hanya berkumpul lima tahun sekali saat pemilu, tetapi harus selalu bersama dalam membangun daerah dan mengawal pemerintahan,” ujar Sofyan dalam sambutannya.
Membangun Kesadaran Rakyat untuk Demokrasi yang Berkualitas
Lebih lanjut, Sofyan menekankan bahwa RKB memiliki komitmen kuat untuk terus berperan aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan di Aceh selama lima tahun ke depan. Ia menyoroti pentingnya kesadaran rakyat dalam memahami hak dan kewajiban mereka dalam sistem demokrasi, terutama dalam mengawasi kebijakan pemerintah agar tetap sesuai dengan prinsip transparansi dan kepentingan publik.
“Masyarakat harus terus sadar dan peduli terhadap jalannya pemerintahan. Demokrasi yang benar bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana kita mengawal kebijakan agar tetap berpihak kepada rakyat. RKB akan terus berperan sebagai wadah yang memperjuangkan aspirasi masyarakat dan memastikan jalannya pemerintahan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sofyan juga menegaskan bahwa demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika rakyat memiliki kesadaran politik yang kuat dan tidak terjebak dalam politik transaksional yang hanya menguntungkan segelintir elite. Ia mengajak masyarakat untuk tidak pasif dan selalu ikut serta dalam proses pembangunan daerah.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa rakyat harus terus aktif dalam demokrasi. Jangan sampai kita hanya menjadi objek dalam politik, tetapi harus menjadi subjek yang menentukan arah pembangunan Aceh ke depan. Demokrasi bukan sekadar soal memilih pemimpin, tetapi juga memastikan bahwa pemerintahan yang terpilih bekerja dengan amanah,” tegasnya.
RKB sebagai Pilar Pengawalan Pemerintahan Aceh
Dalam forum tersebut, para relawan RKB juga sepakat bahwa Aceh membutuhkan sistem pemerintahan yang lebih transparan dan partisipatif. Mereka menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari gerakan sosial yang akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kegiatan buka puasa ini diakhiri dengan diskusi ringan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Lhokseumawe, mulai dari masalah sosial, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan. Diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang nantinya akan menjadi dasar bagi RKB dalam merancang program kerja ke depan.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, RKB Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus menjadi wadah aspirasi masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju gerakan yang lebih besar dalam membangun demokrasi yang lebih baik dan memastikan bahwa suara rakyat tetap didengar dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah.











