Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Bupati Diminta Evaluasi IUP Eksplorasi Pertambangan Minerba di Aceh Selatan

redaksi by redaksi
06/04/2025
in Lintas Barat Selatan
0
Bupati Diminta Evaluasi IUP Eksplorasi Pertambangan Minerba di Aceh Selatan

Tapaktuan – Maraknya pemberian izin eksplorasi kepada perusahaan pertambangan di kabupaten Aceh Selatan menjadi polemik sendiri di daerah berjuluk negeri pala tersebut. Apalagi, selama ini perusahaan yang hadir bisa saja melakukan kegiatannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan masyarakat setempat, namun tiba-tiba diketahui bahwa lahan masyarakat sudah dimasukkan dalam rencana lokasi eksplorasi perusahaan tertentu setelah izin eksplorasi diterbitkan, pada akhirnya ujung-ujungnya dapat mengundang konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Setidaknya ada 7 (tujuh) perusahaan yang telah diberikan izin oleh pemerintah Aceh dengan total luas eksplorasi mencapai 6.622,37 Ha. Itu belum lagi perusahaan yang telah mengantongi izin eksploitasi dan izin operasional, sehingga kesannya selama ini izin eksplorasi itu seakan diobral dengan dalih investasi,” ungkap Koordinator Gerakan Pemuda Negeri Pala (GerPALA), Fadhli Irman, Minggu 6 April 2025.

Mirisnya, kata Irman, ada indikasi terjadinya modus operandi dimana perusahaan pemegang IUP Eksplorasi hanya menggunakan lembaran kertas tersebut dengan tujuan menarik pihak luar untuk menanamkan modal, sementara pemegang IUP tak lebih hanyalah broker atau agen untuk mengkavling -kavling lahan yang berpotensi mengandung mineral tertentu, sementara pemilik sesungguhnya bukanlah perusahaan pemegang IUP tersebut.

“Jika indikasi seperti itu terjadi, maka sungguh sangat disayangkan. Lembaran kertas izin tersebut tak lebih hanya dijadikan alat transaksi untuk menyedot sejumlah dana dengan menjual peta wilayah tertentu yang terindikasi memiliki potensi mineral dan batubara, sehingga dampaknya pengelolaan tambang yang terjadi hanyalah diatas kertas, sementara pihak-pihak baik itu perusahaan atau pun masyarakat dalam bentuk izin pertambangan rakyat yang serius dalam mengelola sektor pertambangan terhambat mengurus perizinan, karena wilayah atau lahan tersebut sudah dalam peta rencana wilayah eksplorasi pemegang IUP eksplorasi tertentu, padahal kegiatan eksplorasi ril tak pernah dilakukan, ini tentu sangat disayangkan padahal pemerintah kabupaten dan provinsi harus melakukan pengawasan secara baik terhadap kegiatan yang dilakukan, jangan sampai hanya sebatas menerima laporan tanpa melihat kebenaran riil nya di lapangan,” jelasnya.

Untuk itu, kata Fadhli Irman, Bupati Aceh Selatan dengan kewenangannya perlu melakukan evaluasi terhadap IUP eksplorasi yang telah diterbitkan. “Evaluasi tersebut perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan pertambangan, melindungi lingkungan dari dampak negatif perusahaan pertambangan, dan meningkatkan kepatuhan perusahaan pertambangan terhadap peraturan yang berlaku,”ujarnya.

Sesuai dengan kewenangannya yang diatur di dalam Qanun nomor 15 tahun 2017, lanjut Irman, maka Bupati dapat mengevaluasi izin pertambangan yang ada di Aceh Selatan, termasuk melakukan pemantauan dan penilaian terkait kepatuhan perusahaan pertambangan terhadap peraturan yang berlaku, termasuk peraturan tentang keselamatan kerja, lingkungan, dan keuangan.

Dia kembali menjelaskan, sesuai dengan Qanun Aceh 15 tahun 2013 junto Qanun nomor 15 tahun 2017 tentang pertambangan mineral dan batu bara Pemilik IUP Eksplorasi memiliki kewajiban diantaranya menyampaikan rencana jangka panjang kegiatan eksplorasi dan/atau studi kelayakan kepada Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya sebelum dimulainya tahun takwim, pemegang IUP harus melaporkan sebagian atau seluruh tahapan usaha pertambangan, baik kegiatan eksplorasi maupun kegiatan operasi produksi, dan kewajiban keuangan terkait dengan pengelolaan pertambangan mineral dan batubara, seperti pembayaran royalti dan pajak. “Selain itu, pemegang IUP juga wajib mengelola lingkungan sekitar area pertambangan untuk mencegah kerusakan lingkungan dan meminimalkan dampak negatif, kemudian pemegang IUP wajib menghormati hak masyarakat sekitar area pertambangan dan melakukan upaya untuk meminimalkan dampak sosial,” terangnya.

Irman menambahkan, sebagaimana yang diatur dalam Qanun Pertambangan Aceh tersebut, Bupati memiliki kewenangan mengusulkan pencabutan IUP eksplorasi kepada Gubernur atau Menteri jika pemegang IUP eksplorasi tidak memenuhi kewajiban yang ditentukan dalam IUP.

“Bupati dapat mengusulkan pencabutan IUP eksplorasi jika pemegang IUP eksplorasi melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku, seperti tidak melakukan kegiatan eksplorasi sesuai dengan rencana yang telah disetujuii, tidak memenuhi kewajiban pembayaran royalti dan pajak, melakukan kegiatan eksplorasi yang merusak lingkungan, tidak memenuhi standar keselamatan kerja,” ujarnya.

Kemudian, GerPALA juga mendesak Gubernur Aceh agar tidak segan-segan mencabut izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku. “Demi meningkatkan efektivitas pengelolaan pertambangan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD), maka kita mendesak Gubernur Aceh untuk tidak segan-segat mencabut IUP eksplorasi yang telah diberikan berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Pemerintahan Kabupaten nantinya,”pungkasnya.

Berikut Pemilik IUP Eksplorasi Komoditas Mineral dan Batubara di Aceh Selatan berdasarkan data publikasi Dinas ESDM Aceh :

1. PT Aceh Selatan Emas dengan Nomor : 545/DPMPTSP/1957/IUP-EKS/2022, seluas 1.648 Ha (komoditas emas);
2. PT Bersama Sukses Mining dengan nomor izin : 545/DPMPTSP/882/IUP-EKS/2024, seluas 752,4 Ha (Komoditas Emas);
3. PT Samasama Praba Denta, dengan nomor izin: 545/DPMPTSP/158/IUP-EKS/2024, seluas 605 Ha (Komoditas Emas);
4. PT Acsel Makmur Alam, dengan nomor izin : 545/DPMPTSP/408/IUP-EKS/2024, seluas 577,37 Ha (komoditas emas);
5. PT. Kotafajar Limestone Persada, dengan nomor izin : 540/DPMPTSP/1335/IUP-EKS/2022, seluas 1.800 Ha (Komoditas Batu Gamping untuk Industri Semen);
6. PT Kotafajar Lempung Persada, dengan nomor izin : 540/DPMPTSP/144/IUP-EKS/2022, seluas 345 Ha (Komoditas Clay);
7. PT Aceh Bumoe Pusaka, dengan nomor izin : nomor izin : 545/DPMPTSP/719/IUP-EKS/2024, seluas 894,6 Ha (Komoditas Bijih Besi)

Previous Post

Dukung Pemerintah Utus Negosiator Ke AS, Sultan: Kita Hormati Kebijakan Ressiprocal Tariff Presiden Trump

Next Post

Ini Alasan Pelancong Ramai-ramai Berliburan ke Aceh

Next Post
Wisatawan dari Malaysia dan AS Dominasi Kunjungan ke Aceh pada April

Ini Alasan Pelancong Ramai-ramai Berliburan ke Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

20/10/2026
TRK Temui Warga ODGJ dan Keluarga di Kecamatan Seunagan

TRK Temui Warga ODGJ dan Keluarga di Kecamatan Seunagan

20/10/2026
PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027

PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027

20/10/2026
Sesudah Diberitakan Bulog Turun ke Sawah, Harga Gabah di Abdya Naik Lagi Rp6.700 Hingga Rp6.800

Sesudah Diberitakan Bulog Turun ke Sawah, Harga Gabah di Abdya Naik Lagi Rp6.700 Hingga Rp6.800

20/10/2026
Pemerintah Kecamatan Jeumpa Gelar Bimtek Penyelarasan dan Tata Cara Perubahan RPJM Gampong 2023-2028

Pemerintah Kecamatan Jeumpa Gelar Bimtek Penyelarasan dan Tata Cara Perubahan RPJM Gampong 2023-2028

20/10/2026

Terpopuler

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

18/10/2026

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

Harga Gabah di Abdya Terjun Bebas di Angka Rp5.000 per Kg, Bulog Diminta Ambil Peran

IKAT Aceh Lepas 208 Mahasiswa Baru ke Al-Azhar Mesir, Harapkan Dukungan Beasiswa

Mahasiswa UTU Dilatih Pendidikan Dasar Penanggulangan Kebencanaan di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com