Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Ketua STAIN Meulaboh Bahas Konsep Islam Modern di Forum Internasional Vietnam

Atjeh Watch by Atjeh Watch
26/04/2025
in Kampus
0
Ketua STAIN Meulaboh Bahas Konsep Islam Modern di Forum Internasional Vietnam

Meulaboh – Dr. H. Syamsuar, M.Ag Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh tampil sebagai pembicara dalam forum akademik internasional bertema “Islam in Modern Time” yang diselenggarakan Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora (USSH) di VNU-HCM dan VNU Hanoi, Vietnam, secara daring. Sabtu, 26 April 2024

Dalam presentasinya, Dr. Syamsuar mengangkat tema besar tentang bagaimana Islam menjawab tantangan zaman modern melalui tiga pokok pikiran utama: Modernization, Religious Pluralism, dan konsep Non Secular State, Only a State for the Welfare of the Ummah.

Ia memaparkan bahwa “era modern” menandai transisi penting dari Abad Pertengahan menuju Zaman Klasik, dan Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan keterlibatan aktif dengan perubahan zaman.

Menurut Dr. Syamsuar, respons Islam terhadap modernitas bukanlah sikap pasif, melainkan usaha dinamis yang berakar pada otoritas teks suci serta pengalaman sejarah umat.
Dalam bagian Modernization, ia menekankan bahwa modernisasi merupakan bagian dari sunnatullah, hukum alam ilahi, bukan westernisasi.

Mengutip pemikiran Nurcholish Madjid, Dr. Syamsuar menyatakan bahwa modernisasi berarti rasionalisasi pemikiran dan kerja, dengan tetap mempertahankan iman kepada Tuhan. Ia juga menyoroti perlunya pembaruan pemikiran Islam sebagai upaya menghindari stagnasi umat, sebagaimana pernah dikemukakan dalam gagasan penting Nurcholish Madjid tentang “kebutuhan akan pembaruan pemikiran Islam.”

Dalam konteks Religious Pluralism, Dr. Syamsuar menjelaskan bahwa Islam memandang keberagaman sebagai bagian dari rencana ilahi. Ia menekankan pentingnya dialog lintas agama dan kerja sama antar umat beragama demi menjaga stabilitas sosial dan membangun peradaban global yang damai. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan nilai-nilai yang diamanatkan dalam Pancasila di Indonesia.

Sementara itu, dalam bahasan No Secular State, Only a State for the Welfare of the Ummah, ia menegaskan bahwa negara bukan harus secara formal disebut “negara Islam,” melainkan negara yang mencerminkan nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan kemaslahatan sebagaimana diajarkan Islam.

Konsep ini, kata Dr. Syamsuar, relevan diterapkan di berbagai negara modern, termasuk Indonesia, yang walaupun bukan negara Islam secara formal, banyak mengadopsi nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam penutup presentasinya, Dr. Syamsuar menggarisbawahi pentingnya reformasi pendidikan yang menggabungkan ilmu agama dan ilmu sekuler, keterlibatan aktif dalam kemajuan teknologi, dialog antaragama, perlindungan hak asasi manusia, serta penegasan keadilan gender di tengah tantangan globalisasi.

Forum internasional ini diikuti oleh para akademisi dan cendekiawan dari berbagai negara, memperkuat posisi STAIN Meulaboh sebagai lembaga yang aktif dalam percaturan pemikiran Islam modern di tingkat global.[]

Previous Post

Pengurus Daerah PGMNI Aceh Jaya Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Next Post

120 Gampong Sudah Ajukan 89 Sudah Cair 31 Dalam Proses dan 32 Belum Mengajukan DD Tahap I di Abdya

Next Post
120 Gampong Sudah Ajukan 89 Sudah Cair 31 Dalam Proses dan 32 Belum Mengajukan DD Tahap I di Abdya

120 Gampong Sudah Ajukan 89 Sudah Cair 31 Dalam Proses dan 32 Belum Mengajukan DD Tahap I di Abdya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kasi Cabdisdik Kabupaten Aceh Timur Antar Tugas Kepala SMKN 1 Julok

Kasi Cabdisdik Kabupaten Aceh Timur Antar Tugas Kepala SMKN 1 Julok

27/07/2026
Mentan Pastikan Penanganan Sawah Terdampak Aceh Berjalan Bertahap

Mentan Pastikan Penanganan Sawah Terdampak Aceh Berjalan Bertahap

27/07/2026
FISIP USK dan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Akademik Bertaraf Internasional

FISIP USK dan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Akademik Bertaraf Internasional

27/07/2026
Polda Aceh dan Ombudsman Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Publik

Polda Aceh dan Ombudsman Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Publik

27/07/2026
Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe KPM di Blang Lancang

Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe KPM di Blang Lancang

27/07/2026

Terpopuler

Ketua STAIN Meulaboh Bahas Konsep Islam Modern di Forum Internasional Vietnam

Ketua STAIN Meulaboh Bahas Konsep Islam Modern di Forum Internasional Vietnam

26/04/2025

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

Tarina Seulanga Ubah Cerpen Apa Kaoy “Malelang dan Madiyon” Menjadi Tarian Penuh Makna

Usai Dilantik di Jakarta, HRD Titip Misi Besar ke Bang Oja: Perkuat PKB Pidie Jaya hingga Desa, Rangkul Ulama dan Rakyat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com