Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Wapres AS JD Vance Kritik Jerman Mau Bangun Kembali ‘Tembok Berlin’

redaksi by redaksi
04/05/2025
in Internasional
0
Wapres AS JD Vance Kritik Jerman Mau Bangun Kembali ‘Tembok Berlin’

Wakil Presiden AS JD Vance mengkritik elite Jerman karena mencoba menghancurkan partai politik ekstrem sayap kanan, Alternative for Germany (AfD). (Foto: AFP/BRANDON BELL)

Jakarta – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengkritik elite Jerman karena mencoba menghancurkan partai politik ekstrem sayap kanan, Alternative for Germany (AfD).

Menurutnya, AfD adalah partai paling populer di Jerman dan paling mewakili Jerman Timur.

“Sekarang para birokrat mencoba menghancurkannya,” katanya lewat akun X @JDVance, Sabtu (3/5).

Vance menyinggung bahwa tindakan elite Jerman yang mau menghancurkan partai AfD sama saja dengan membangun kembali “Tembok Berlin”.

Tembok Berlin dibangun pada 1961 oleh Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) untuk mencegah warganya melarikan diri ke Berlin Barat.

Pada 9 November 1989, Tembok Berlin runtuh. Usai Tembok Berlin, Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu.

“Dulu Barat meruntuhkan Tembok Berlin bersama-sama. Dan kini tembok itu dibangun kembali, bukan oleh Soviet atau Rusia, tetapi oleh para elite Jerman sendiri,” kata Vance.

Pernyataan Vance tersebut ia sampaikan saat mengomentari unggahan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio.

Rubio menyoroti Jerman yang memberikan kekuasaan baru kepada Badan Intelijen Domestik Jerman (BfV) untuk mengawasi AfD. Menurutnya, tindakan Jerman tersebut tidak menunjukkan demokrasi, melainkan tirani yang menyamar.

Ia juga mengkritik BfV yang mendeklarasikan AfD sebagai kelompok ekstremis.

“Yang benar-benar ekstrem bukanlah AfD yang populer, yang meraih posisi kedua dalam pemilu terakhir, melainkan kebijakan imigrasi perbatasan terbuka yang mematikan dari pihak penguasa, yang ditentang oleh AfD. Jerman seharusnya berbalik arah,” katanya.

AfD kerap menggaungkan kebijakan anti-imigrasi, xenofobia, hingga Islamofobia. Partai ini memang menjadi target penyelidikan BfV dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa cabang AfD di daerah bahkan telah lebih dulu dicap sebagai kelompok ekstremis sayap kanan.

Dikutip AFP, BfV mengatakan cap kelompok ekstremis diberikan kepada AfD lantaran partai itu dan afiliasi-afiliasinya telah lama berupaya “merusak kebebasan dan demokrasi” di Jerman.

“Partai ingin menghapus sejumlah kelompok dari partisipasi sosial di Jerman,” ujar BfV melalui pernyataan pada Jumat (2/5).

BfV mencontohkan, AfD tidak menganggap warga dengan latar belakang atau keturunan imigran dari negara mayoritas Muslim atau negara Islam setara dengan warga asli Jerman.

Dengan penetapan klasifikasi ini, lembaga keamanan Jerman memiliki kewenangan lebih untuk memantau ketat pergerakan AfD, termasuk menyadap panggilan telepon dan menggunakan agen samaran dalam pemantauan.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Indonesia Gagal ke Final Sudirman Cup, Tiwi/Fadia Sangat Kecewa

Next Post

Anthony Albanese Klaim Menang Pemilu Australia, Jadi PM 2 Periode

Next Post
Anthony Albanese Klaim Menang Pemilu Australia, Jadi PM 2 Periode

Anthony Albanese Klaim Menang Pemilu Australia, Jadi PM 2 Periode

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Balqis Batrisya, Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Siap Bersaing di MTQ Kabupaten Bireuen

Balqis Batrisya, Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Siap Bersaing di MTQ Kabupaten Bireuen

29/09/2026
Hery Ahmadi Apresiasi ASAR Humanity Pulihkan Meunasah Lhok Nga Pascabencana

Hery Ahmadi Apresiasi ASAR Humanity Pulihkan Meunasah Lhok Nga Pascabencana

29/09/2026
Sekcam Peukan Bada dan Keuchik Lamteh Bicara Ekowisata Mangrove dalam Program Siereuboh RRI Pro-4 Banda Aceh

Sekcam Peukan Bada dan Keuchik Lamteh Bicara Ekowisata Mangrove dalam Program Siereuboh RRI Pro-4 Banda Aceh

29/09/2026
RSUD Teungku Peukan Gandeng Perumdam Tirta Abdya Jamin Suplai Air Bersih 24 Jam

RSUD Teungku Peukan Gandeng Perumdam Tirta Abdya Jamin Suplai Air Bersih 24 Jam

28/09/2026
Pemerintah Diminta Memanfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

Pemerintah Diminta Memanfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

28/09/2026

Terpopuler

Wapres AS JD Vance Kritik Jerman Mau Bangun Kembali ‘Tembok Berlin’

Wapres AS JD Vance Kritik Jerman Mau Bangun Kembali ‘Tembok Berlin’

04/05/2025

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

Ditantang Mundur, Hasan Basri: Laporkan Saya ke Mendagri

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com