Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Pasukan Thailand dan Kamboja Balik ke Posisi Netral Usai Bentrok

redaksi by redaksi
09/06/2025
in Internasional
0
Pasukan Thailand dan Kamboja Balik ke Posisi Netral Usai Bentrok

Menteri Pertahanan Thailand mengatakan pasukannya dan Kamboja akan kembali ke posisi yang sudah disepakati pada 2024. (REUTERS/Krit Phromsakla Na Sakolnakorn)

Jakarta – Pasukan Thailand dan Kamboja akan kembali ke posisi netral yang telah disepakati sebelumnya, kata Menteri Pertahanan Thailand Phumtham Wechayachai, menyusul pembicaraan pada Minggu (8/6). Kedua pihak telah memperkuat kehadiran militer mereka sebagai respons atas bentrokan mematikan bulan lalu.

Selama berhari-hari kedua pemerintah saling bertukar pernyataan, mengatakan mereka berkomitmen menemukan resolusi damai setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan pada 28 Mei di daerah perbatasan yang tidak dibatasi batasnya.

Pada Sabtu kedua negara telah memperkuat kehadiran militer mereka, tetapi Phumtham mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu bahwa kedua belah pihak akan kembali ke posisi yang disepakati pada 2024.

Ia juga mengatakan kedua belah pihak berharap masalah perbatasan dapat diselesaikan sepenuhnya melalui pertemuan Komite Perbatasan Bersama, yang dibentuk untuk memungkinkan negosiasi bilateral, pada 14 Juni.

Reuters menjelaskan Kamboja tidak segera berkomentar setelah pernyataan dari Phumtham.

Thailand pada Minggu telah mempersingkat jam operasional di 10 perlintasan perbatasan dengan Kamboja, dengan alasan masalah keamanan.

Pos pemeriksaan, termasuk yang tersibuk di provinsi timur Thailand, Sa Kaeo, jam operasional dikurangi menjadi setengahnya, dari pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat, dari pukul 06.00 hingga 22.00, sebelumnya, kata juru bicara Menteri Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, kepada wartawan.

Thailand mengoperasikan 17 penyeberangan perbatasan resmi dengan Kamboja, yang mencakup tujuh provinsi di sepanjang perbatasan bersama mereka sepanjang 817 km.

Kementerian Luar Negeri Kamboja menegaskan kembali permintaan membawa sengketa perbatasan ke Mahkamah Internasional dalam surat kepada pejabat Thailand pada 6 Juni.

“Mengingat kompleksitas, sifat historis, dan sensitivitas sengketa ini, semakin jelas bahwa dialog bilateral saja mungkin tidak lagi cukup untuk menghasilkan solusi yang komprehensif dan langgeng,” kata Menteri Luar Negeri Prak Sokhonn dalam catatan yang dibagikan kepada wartawan pada Minggu.

“Keputusan yang diberikan oleh ICJ, yang didasarkan pada hukum internasional, akan menawarkan penyelesaian yang adil, tidak memihak, dan langgeng,” katanya.

Pemerintah Thailand mengatakan tidak mengakui yurisdiksi pengadilan dan mengusulkan agar semua masalah terkait batas diselesaikan melalui negosiasi bilateral.

Thailand dan Kamboja telah lebih dari satu abad memperebutkan kedaulatan di titik-titik yang tidak dibatasi di sepanjang perbatasan mereka, yang dipetakan oleh Prancis pada 1907 ketika Kamboja menjadi koloninya.

Ketegangan meningkat pada 2008 atas sebuah kuil Hindu abad ke-11, yang menyebabkan pertikaian selama beberapa tahun dan sedikitnya selusin kematian, termasuk selama pertukaran artileri selama seminggu pada 2011.

Kedua pemerintah telah menikmati hubungan yang hangat, dari persahabatan dekat antara mantan pemimpin, Thaksin Shinawatra dari Thailand dan Hun Sen dari Kamboja. Putri Thaksin dan putra Hun Sen adalah perdana menteri petahana di negara mereka.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Gelar Open House, Kediaman HT Ibrahim Dipadati Warga

Next Post

Menteri Iran Bakal Ungkap Dokumen Sensitif Nuklir Israel

Next Post
Menteri Iran Bakal Ungkap Dokumen Sensitif Nuklir Israel

Menteri Iran Bakal Ungkap Dokumen Sensitif Nuklir Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

11/06/2026
Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

11/06/2026
Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

11/06/2026
Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

11/06/2026
Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com