Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Perempuan Cantik Asal Sumedang Bicara Tentang Kopi Gayo

Admin by Admin
16/03/2026
in Saleuem
0
Annisa Sumedang,penikmat kopi arabica gayo

Jakarta- Satu gelas kopi arabica Gayo yang ditanam di Gayo Lues, usai diseduh. Wanita berkulit putih dan berkacamata itu, sejenak menghirup aroma yang mengepul dari gelas kaca. Ia tersenyum dan mengangguk. Kopi Arabica dari Gayo Lues punya cita rasa yang beda dan sungguh nikmat. Begitu ia memberikan kesaksian.

Namanya Annisa Chryssanthy.Lahir di Medan 12 mei 1992. Gadis yang ramah itu lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Manajemen Rekayasa Industri, pada medio 2015 silam. Bagi Annisa yang bekerja di salah satu perusahaan luar negeri sebagai market research, Kopi Arabica Gayo Lues yang ditanam di Pantan Cuaca, Gayo Lues, Provinsi Aceh, memiliki keistimewaan.

“Menurut saya, kelebihan kopi arabica Pantan Cuaca, Gayo Lues, adalah pada kemenonjolan acidity sweetness dan fruitnya. Bodynya juga balance. Kopi yang bagus dan pasti dirawat dengan penuh cinta,” ujarnya kepada Jurnalistik Atjehwatch.com, Senin (23/5/2016).

Pendapat ini bukan asal komentar. Annisa merupakan petani kopi di Sumedang, Jawa Barat. Dia paham betul dengan dunia perkopian Indonesia. Khusus untuk arabica Pantan Cuaca, ia juga berpendapat bahwa kopi itu memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki oleh kopi lainnya di tanah air.

“Kopi ini potensial dikembangkan, karena memiliki kualitas fisik dan rasa yang berbeda dengan daerah lainnya, bahkan di Tanoh Gayo sendiri,” terangnya.

Dia berharap, ke depan kopi single origin asal Pantan Cuaca bisa dikenal luas sampai ke manca negara. Apalagi saat ini produsen kopi sudah bisa berinteraksi langsung dengan end user, sehingga berpotensi menghasilkan feedback (keuntungan) yang lebih bagus. “Peluangnya besar. Berhubungan langsung dengan end user bermakna berpotensi pula untuk pengembangan ekonomi di kawasan Gayo Lues. Inputnya akan sangat besar untuk daerah,” tambahnya.

Peran Perempuan
Merawat kopi butuh keterampilan dan hati yang penuh cinta. Layaknya gadis, kopi butuh sentuhan yang menawarkan keteduhan dari pengelola kebun. Untuk itu keterlibatan perempuan dalam perkopian menjadi mutlak. Ia melihat petani kopi Gayo menempatkan perempuan pada posisi yang bagus dalam mengelola kopi.

“Merawat kopi hingga melahirkan bulir yang berkualitas, membutuhkan keterlibatan hati. Sabar, tekun, lembut menjadi keharusan. Perempuan adalah sosok yang memiliki jiwa tersebut. Sehingga keterlibatannya menjadi sangat penting. Misal saat menyeleksi bulir yang berkualitas, perempuan akan lebih sabar dalam melakukan proses seleksi. Di tangan kaum hawa, kualitas terbaik akan lahir. Gayo melakukan itu,” ujarnya.

Sebagai kawasan yang dikenal sebagai daerah yang penduduknya sangat menyukai kopi, selain keterlibatan perempuan, kehadiran generasi muda dari dua jenis kelamin juga memiliki dampak positif besar. Untuk hal itu, Annisa berpesan, kaum muda di Aceh sudah harus bergerak untuk mengenal dunia perkopian secara lebih nyata. Jangan hanya menjadi penikmat, tapi harus menjadi pelaku yang tahu kopi dengan pengetahuan yang utuh.

“Jangan malu untuk berbuat, tapi malulah, karena tidak berbuat apa-apa,” imbuhnya. []

(Aan)

Previous Post

[Opini] Dari Gampong untuk Gampong: Saatnya Masyarakat Menjadi Pemain Utama Pembangunan

Next Post

KBRI Selamatkan ART Asal Pasuruan Korban Kekerasan di Malaysia

Next Post

KBRI Selamatkan ART Asal Pasuruan Korban Kekerasan di Malaysia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

11/06/2026
Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

11/06/2026
Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

11/06/2026
Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

11/06/2026
Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com