Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Arif Fadillah: Hikmah Dibalik Sengketa 4 Pulau, Marwah Aceh Terjaga

redaksi by redaksi
17/06/2025
in Nanggroe
0
Arif Fadillah: Hikmah Dibalik Sengketa 4 Pulau, Marwah Aceh Terjaga

BANDA ACEH – Sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh Arif Fadillah, S.I.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, atas keputusan tegas dengan menetapkan empat pulau sengketa—Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek—sebagai bagian integral dari wilayah administratif Provinsi Aceh. Keputusan ini dinilainya sebagai bentuk nyata keadilan bagi rakyat Aceh.

“Keputusan Presiden Prabowo ini adalah langkah bijak yang tidak hanya meredam potensi konflik tapal batas, tetapi juga menyelamatkan semangat kebangsaan dan kedaulatan Aceh artinya negara hadir di saat rakyat memerlukan kepastian dan perlindungan atas hak-haknya,” ujar Arif dalam pernyataan resminya, Selasa (17/6/2025).

Arif Fadillah, yang sejak awal lantang menyuarakan perlunya respons cepat dari Pemerintah Aceh terhadap isu empat pulau tersebut, menyebut keberhasilan pencapaian hebat di 100 hari kerja kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhullah (dek FADH). “Ini adalah tonggak sejarah. Pemerintah Aceh bergerak cepat sesuai harapan kita dan hasilnya hari ini menjadi bukti nyata,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kekompakan masyarakat Aceh dalam memperjuangkan kedaulatan wilayah. Mulai dari DPR RI, DPD RI, DPRA, alim ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa hingga pemuda bersatu dalam satu suara: pulau-pulau tersebut adalah milik Aceh.

Menurutnya, langkah cepat Mualem dan dek FADH dalam melakukan lobi ke Jakarta, serta membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, menjadi kunci sukses dari perjuangan ini. Ia pun menyebut keputusan Presiden sebagai kemenangan rakyat yang berlandaskan dokumen dan sejarah yang tak terbantahkan.

“Ini bukan sekadar perbatasan administratif, tapi soal harga diri dan identitas. Aceh hari ini kembali membuktikan bahwa suara rakyatnya tidak bisa diabaikan, dan pemimpinnya mampu bersuara tegas untuk kebenaran,” tegas Arif

Arif Fadillah, Politisi Partai Demokrat ini turut menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh elemen masyarakat Aceh atas kepedulian, doa, dan dukungan luar biasa dalam perjuangan mempertahankan keempat pulau sengketa. Ia menilai bahwa di balik polemik ini, terdapat hikmah besar berupa tumbuhnya kembali rasa kebersamaan, solidaritas, dan persatuan antarsesama rakyat Aceh dalam menjaga martabat dan kedaulatan tanah kelahiran kita,

Mengakhiri keterangannya, Arif menyampaikan bahwa perjuangan menjaga tanah dan marwah Aceh harus terus dirawat bersama. “Empat pulau ini adalah pengingat bahwa tanah dan identitas kita tak bisa dirampas oleh kelalaian birokrasi. Di tangan pemimpin yang tepat, perjuangan selalu menemukan jalannya,” tutup Bang Arif. []

Previous Post

Bersama Pejabat Kenegaraan RI, Wali Nanggroe Hadiri Undangan Hari Nasional Rusia

Next Post

Ketua DPRK Banda Aceh Kunjungi Siswi SMP yang Alami Hal Tak Senonoh, Berharap Korban dan Keluarga Dapat Keadilan

Next Post
Ketua DPRK Banda Aceh Kunjungi Siswi SMP yang Alami Hal Tak Senonoh, Berharap Korban dan Keluarga Dapat Keadilan

Ketua DPRK Banda Aceh Kunjungi Siswi SMP yang Alami Hal Tak Senonoh, Berharap Korban dan Keluarga Dapat Keadilan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

15/06/2026
KAMMI Aceh Besar Laksanakan RAPIMDA: Konsolidasi Kader Memperkuat Arah Gerak untuk Kemaslahatan Masyarakat

KAMMI Aceh Besar Laksanakan RAPIMDA: Konsolidasi Kader Memperkuat Arah Gerak untuk Kemaslahatan Masyarakat

15/06/2026
Ancaman Terhadap Amien Rais, PW Muhammadiyah Aceh: Bukan Zamannya Lagi Premanisme Mengatur Hukum

Hilirisasi Darat Blok Andaman: Dr. Nasrul Zaman Desak Optimalisasi KEK Arun Demi Efisiensi Bisnis yang Berkeadilan

15/06/2026
Siswi MAS Chiek Oemar Diyan, Hafizah 30 Juzz Putri Aceh Selatan Raih Prestasi Gemilang Lolos di ITB

Siswi MAS Chiek Oemar Diyan, Hafizah 30 Juzz Putri Aceh Selatan Raih Prestasi Gemilang Lolos di ITB

15/06/2026
Bupati Pidie Nonaktifkan Kadisdik dan Kepala BPBD, Sinyal Keras Evaluasi Kinerja Pejabat

Bupati Pidie Nonaktifkan Kadisdik dan Kepala BPBD, Sinyal Keras Evaluasi Kinerja Pejabat

15/06/2026

Terpopuler

Arif Fadillah: Hikmah Dibalik Sengketa 4 Pulau, Marwah Aceh Terjaga

Arif Fadillah: Hikmah Dibalik Sengketa 4 Pulau, Marwah Aceh Terjaga

17/06/2025

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Bupati Pidie Nonaktifkan Kadisdik dan Kepala BPBD, Sinyal Keras Evaluasi Kinerja Pejabat

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com