Banda Aceh — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan bertajuk “International Museum Exploration” yang diselenggarakan oleh International Office (IO) UIN Ar-Raniry melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Kegiatan ini merupakan bagian dari International Student Buddy Program yang bertujuan mempererat interaksi budaya antara mahasiswa lokal dan internasional melalui pengalaman bersama yang edukatif.
Acara ini berlangsung pada Minggu, 20 Juli 2025, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dan diikuti oleh 14 peserta. Kegiatan ini melibatkan kombinasi mahasiswa dari berbagai latar belakang: 5 mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry, 1 mahasiswa internasional asal Malaysia bernama Muhammad Syafiq, 2 volunteer dari tim IO, serta 6 mahasiswa lainnya termasuk peserta dari Universitas Syiah Kuala (USK).
Dipandu oleh Muhammad Yusuf Arifin Nur selaku penanggung jawab kegiatan, para peserta memulai perjalanan dari halte Masjid Jami’ USK menggunakan Bus Trans Kutaraja menuju Masjid Raya Baiturrahman, kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki ke Museum Aceh. Di museum inilah petualangan lintas budaya dimulai.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi menjadi momen eksplorasi interaktif yang sarat ilmu. Para peserta diajak menjelajahi sejarah dan kekayaan budaya Aceh, mulai dari Rumoh Aceh, peninggalan sejarah, hingga naskah-naskah kuno.
Berbagai sesi berbagi ilmu turut mewarnai kegiatan ini, menjadikannya bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan sarana belajar lintas disiplin. Maryam Nadilah, mahasiswa Biologi dari Fakultas Sains dan Teknologi, memperkenalkan beragam spesies hewan lokal serta menjelaskan ekosistem khas Aceh dengan cara yang interaktif dan menarik.
Rafika, mahasiswa Psikologi, membagikan wawasan tentang sejarah panjang Aceh beserta karakter masyarakatnya yang dikenal kuat secara budaya dan spiritual. Sementara itu, Deskananda dan Nurhajimah, mahasiswa dari Prodi Bahasa dan Sastra Arab, mengulas secara mendalam arsitektur Rumoh Aceh serta kekayaan bahasa dan manuskrip kuno Aceh, yang membawa para peserta menyelami jejak intelektual dan tradisi literasi yang tumbuh di bumi Serambi Mekkah.
Meski sempat diguyur hujan deras dalam perjalanan, dan para peserta harus berteduh cukup lama di halte dalam keadaan basah kuyup, semangat tak luntur sedikit pun. Suasana justru menjadi semakin akrab dan penuh gelak tawa.
Dengan biaya tiket museum yang hanya Rp5.000 per orang, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga, bukan hanya dari sisi edukatif, tetapi juga emosional dan sosial.
Di penghujung acara, Muhammad Yusuf Arifin Nur menyampaikan penutup hangat kepada seluruh peserta, “semoga trip sederhana hari ini menjadi pengalaman yang berkesan untuk teman-teman semua. Dapat teman baru, pengalaman baru, wawasan baru. Mohon maaf atas banyak kekurangan, dan terima kasih atas antusias teman-teman semua. Semoga kita bisa berjumpa di kegiatan-kegiatan internasional lainnya. Pantau terus International Office, ya,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi, keingintahuan, dan keterbukaan budaya bisa dirajut dalam suasana yang ringan namun bermakna. International Office UIN Ar-Raniry terus berkomitmen menciptakan ruang-ruang lintas budaya yang membangun semangat globalisme dan toleransi di kalangan mahasiswa.










