Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Guru Besar USK Tekankan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Aceh

redaksi by redaksi
06/08/2025
in Ekonomi
0
Guru Besar USK Tekankan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Aceh

Guru Besar USK menekankan pentingnya Kemandirian Ekonomi Aceh pasca 20 tahun perdamaian, mendesak Aceh lepas dari ketergantungan dana otonomi khusus. Bagaimana strategi yang harus ditempuh? (©Planet Merdeka)

Banda Aceh – Provinsi Aceh akan genap 20 tahun menikmati masa perdamaian pascakonflik berkepanjangan pada 15 Agustus 2025. Momen penting ini menandai dua dekade sejak penandatanganan MoU Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Seiring dengan pencapaian perdamaian tersebut, Aceh telah menerima dana otonomi khusus (otsus) sejak tahun 2008. Dana ini bertujuan untuk mendukung pembangunan dan pemulihan daerah setelah konflik.

Namun, Guru Besar Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof. Mukhlis Yunus, mengingatkan bahwa Aceh harus mulai mempersiapkan diri untuk kemandirian ekonomi. Hal ini penting mengingat dana otsus akan berakhir pada tahun 2027, sehingga ketergantungan harus dikurangi.

Peningkatan Pendidikan dan Keterampilan

Prof. Mukhlis Yunus menekankan bahwa salah satu kunci utama kemandirian ekonomi adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Investasi dalam pendidikan dan pelatihan keterampilan menjadi sangat krusial.

Fokus harus diberikan pada pengembangan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global maupun lokal.

Langkah ini akan memastikan bahwa generasi muda Aceh memiliki bekal yang cukup untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah. Dengan SDM berkualitas, Aceh dapat menarik investasi dan mengembangkan sektor-sektor strategis.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Pariwisata

Pengembangan ekonomi berbasis masyarakat merupakan strategi penting lainnya yang disarankan oleh Prof. Mukhlis. Ini mencakup sektor-sektor seperti industri kreatif, pertanian, dan pariwisata.

Peningkatan pendapatan masyarakat dapat dicapai melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi di tingkat akar rumput.

Selain itu, Prof. Mukhlis juga menyoroti potensi besar pariwisata Aceh. Keindahan alam dan kekayaan budaya Aceh harus dimanfaatkan secara optimal untuk menarik wisatawan. Peningkatan infrastruktur pariwisata dan promosi yang gencar akan sangat membantu dalam mencapai target ini, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

Tata Kelola Pemerintahan dan Sumber Daya Alam

Memperkuat tata kelola pemerintahan dan memperketat pengawasan terhadap praktik korupsi adalah langkah fundamental. Hal ini akan meningkatkan efektivitas pemerintahan dan membangun kepercayaan masyarakat.

Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam dan keuangan daerah juga sangat penting. Pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan harus menguntungkan masyarakat lokal, seperti peningkatan kontribusi sektor energi.

Sesuai Undang-Undang Pemerintahan Aceh, provinsi ini berhak mendapatkan 70 persen hasil migas di bawah 12 mil laut dan 30 persen di atas 12 mil. Pemanfaatan hak ini secara optimal dapat mengurangi ketergantungan pada dana otsus.

Iklim Investasi dan Kerja Sama Regional

Untuk menciptakan kemandirian ekonomi, Prof. Mukhlis menyarankan peningkatan iklim investasi yang kondusif. Ini berarti perbaikan berbagai regulasi dan pengurangan ketidakpastian hukum di Aceh.

Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran juga harus ditingkatkan untuk mengurangi korupsi dan inefisiensi. Hal ini akan menarik investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Terakhir, penguatan kerja sama regional juga diperlukan untuk meningkatkan perekonomian dan keamanan daerah. Kerja sama ini dapat membuka peluang baru dan mempercepat pembangunan ekonomi Aceh.

Sumber: merdeka.com

Previous Post

Penyuluh Kemenag Aceh Besar Lakukan Pembinaan di Rutan Kelas IIB Kajhu

Next Post

Kakankemenag Abes Buka Workshop Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta Guna Wujudkan Merdeka Belajar

Next Post
Kakankemenag Abes Buka Workshop Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta Guna Wujudkan Merdeka Belajar

Kakankemenag Abes Buka Workshop Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta Guna Wujudkan Merdeka Belajar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PIP 2026 Usulan TRH Hadir untuk 8.261 Siswa Pidie, Teuku Syahwal: Investasi Terbaik adalah Pendidikan

PIP 2026 Usulan TRH Hadir untuk 8.261 Siswa Pidie, Teuku Syahwal: Investasi Terbaik adalah Pendidikan

13/06/2026
RSIA dan RSUD Meuraxa Jalin Sinergi Strategis dengan RS Mata Cicendo Bandung

RSIA dan RSUD Meuraxa Jalin Sinergi Strategis dengan RS Mata Cicendo Bandung

13/06/2026
PBI FTK UIN Ar-Raniry Gelar Go Bolding XXI

PBI FTK UIN Ar-Raniry Gelar Go Bolding XXI

13/06/2026
Plt Sekda Aceh Barat Lantik 263 Tuha Peut dari 50 Gampong

Plt Sekda Aceh Barat Lantik 263 Tuha Peut dari 50 Gampong

13/06/2026
Tasyakur RA Perwanida, Kakanwil Kemenag Aceh Semangati dan Serahkan Hadiah

Tasyakur RA Perwanida, Kakanwil Kemenag Aceh Semangati dan Serahkan Hadiah

13/06/2026

Terpopuler

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

12/06/2026

Guru Besar USK Tekankan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Aceh

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Urwatil Wusqa: Mahasiswi Berprestasi UIN Ar-Raniry dengan IPK 3,94 dan Lulus 3,5 Tahun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com