Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Kakankemenag Abes Buka Workshop Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta Guna Wujudkan Merdeka Belajar

redaksi by redaksi
06/08/2025
in Lintas Barat Selatan
0
Kakankemenag Abes Buka Workshop Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta Guna Wujudkan Merdeka Belajar

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H. Saifuddin, S.E membuka Workshop Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning untuk Mewujudkan Merdeka Belajar yang Holistik jajaran MTsN 2 di Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (6/8/2025).

LHOKNGA – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H. Saifuddin, S.E membuka Workshop Integrasi Pembelajaran Humanistik: Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar yang Holistik, dengan peserta para guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Aceh Besar di Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (6/8/2025).

Saifuddin mengatakan saat ini pentingnya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual.

Salah satu upaya konkret yang diusung ialah penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yang merupakan inisiatif Kementerian Agama RI kini mulai diintegrasikan di madrasah-madrasah seluruh Indonesia.

“Kurikulum Cinta adalah pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini. Kurikulum ini bukan mata pelajaran baru, tetapi diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada,” ujar Saifuddin.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis cinta ini akan membuat proses belajar mengajar lebih bermakna, dan membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah.

“Kita ingin madrasah menjadi tempat yang melahirkan siswa pintar, tapi juga mengedepankan etika dan moral,” ujarnya.

Yahwa—sapaan akrabnya, juga menyoroti pentingnya peran guru dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta maka juga harus dibarengi dengan akhlakul karimah dari para guru.

“Bagaimana mungkin siswa akan belajar mencintai, kalau gurunya tidak menunjukkan rasa cinta dalam mengajar,” ujarnya.

Kata Yahwa, Kurikulum Berbasis Cinta mengadopsi buku Manajemen Cinta sebagai Hidden Curriculum di Madrasah karya Dr Akhmad Shunhaji M PdI dan Helmi Halimatul Udhmah S Sos MSi.

Buku ini membahas bagaimana nilai-nilai cinta dapat diintegrasikan dalam pendidikan, khususnya di madrasah, sebagai kurikulum tersembunyi yang membentuk karakter siswa. Konsepnya menekankan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan toleransi dalam proses belajar mengajar.

Menurutnya, pendekatan ini semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang menekankan karakter dan pembentukan kepribadian siswa secara holistik. Saat ini, madrasah-madrasah dari semua jenjang di Aceh Besar terus berproses mengimplementasikan Kurikulum Berasis Cinta.

“Kita ingin memasukkan nilai cinta dan nilai agama dalam setiap mata pelajaran, baik fisika, matematika, kimia, semua kita masukkan cinta. Agar kita menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara akhlakul karimah,” ujarnya.

Selain peserta dari unsur guru dan tenaga pendidik MTsN 2 Aceh Besar, workshop tersebut juga turut dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah H. Suryadi, S.Ag., M.Pd, Plt Penyelenggara Zakat Wakaf Saiful Amri, S.Pd, Kepala MTsN 2 Aceh Besar Sudirman M, S.Ag. []

Previous Post

Guru Besar USK Tekankan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Aceh

Next Post

Dr. Safaruddin Lantik 161 PPPK Formasi Guru, Minta Tinggalkan Dunia Politik dan Fokus Mendidik

Next Post
Dr. Safaruddin Lantik 161 PPPK Formasi Guru, Minta Tinggalkan Dunia Politik dan Fokus Mendidik

Dr. Safaruddin Lantik 161 PPPK Formasi Guru, Minta Tinggalkan Dunia Politik dan Fokus Mendidik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

8.261 Siswa Pidie Terima PIP 2026, Teuku Syahwal: Pendidikan Tangga Terkokoh Mengubah Nasib

8.261 Siswa Pidie Terima PIP 2026, Teuku Syahwal: Pendidikan Tangga Terkokoh Mengubah Nasib

13/06/2026
Polresta Banda Aceh Selidiki Penyebab Ledakan di KMP Aceh Hebat

Polresta Banda Aceh Selidiki Penyebab Ledakan di KMP Aceh Hebat

13/06/2026
CI-BEST IPB University Kembangkan Ekosistem Beras Berbasis Pesantren di Aceh

CI-BEST IPB University Kembangkan Ekosistem Beras Berbasis Pesantren di Aceh

13/06/2026
BBPOM Aceh Dorong Pengembangan Obat Bahan Alam Lokal

BBPOM Aceh Dorong Pengembangan Obat Bahan Alam Lokal

13/06/2026
Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

ASDP Buka Suara soal Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak,15 Korban Terluka

13/06/2026

Terpopuler

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

12/06/2026

Kakankemenag Abes Buka Workshop Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta Guna Wujudkan Merdeka Belajar

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Urwatil Wusqa: Mahasiswi Berprestasi UIN Ar-Raniry dengan IPK 3,94 dan Lulus 3,5 Tahun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com