Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Penyelenggara ‘Rasa Timses’ di Aceh; Saat Suara Rakyat Dibajak

redaksi by redaksi
05/09/2025
in Saleuem
0
Peta Suara Fraksi di DPR Soal Usul Pilkada Lewat DPRD

Tujuh dari delapan perwakilan fraksi di DPR telah menyatakan sikap hingga respons terhadap usulan agar pilkada bisa digelar lewat DPRD. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

PUTUSAN DKPP terkait penyelenggaraan pemilu di Banda Aceh kembali membuka tabir brobroknya penyelenggaraan pemilu di Aceh. Cerita ini sebenarnya bukanlah rahasia umum. Dimana, keberadaan penyelenggara memiliki seringkali memiliki tugas ‘ganda’ dalam setiap pemilu dan pilkada di Aceh.

Pertama, memastikan pelaksanaan pemilu berjalan lancar dan aman. Kedua, memastikan para elit politik yang memiliki peran mengusung para penyelenggara itu terpilih kembali ke Gedung dewan. Baik DPD RI, DPR RI, DPR Aceh dan DPR kabupaten kota. Demikian juga untuk pemilihan presiden maupun gubernur dan bupati-walikota di seluruh Indonesia.

Contoh kasusnya, ada pemilihan DPD RI di Pidie beberapa waktu lalu. Dimana, suara salah satu Caleg DPD RI asal Aceh digelembungkan hingga nyaris ‘terpilih’ pada Pileg 2024 lalu. Namun kemudian berhasil digagalkan.

Sayangnya, dengan alasan ‘sayang’ unsur penyelenggara tak di-DKPP-kan. Para penyelenggara dari berbagai tingkatan bahkan ada yang masih menjabat hingga kini.

Belum lagi kasus pengelembungan surat suara ‘100 persen’ di Aceh Utara pada di Pilkada Aceh pada 2024. Dimana, Timses ‘berkedok’ penyelenggara benar-benar merampok suara rakyat dan melakukan kecurangan yang sistematis serta terstruktur. Sayangnya, lagi-lagi hak tersebut tak tersentuh dan luput dari proses hukum.

Maka, kasus penyelenggara di Banda Aceh yang dibuka bobroknya dalam sidang DKPP hanyalah sedikit tirai yang terungkap ke publik.

Para penyelenggara di Banda Aceh hanya sedang naas saja.

Sebenarnya bukan rahasia umum kalau rekrutmen PPK dan KIP di Aceh dan nasional pada umumnya, bermasalah dari awal. Ini karena KIP atau KPU dari tiap jenjang hingga ke PPK adalah hasil produk politik.

Mereka yang terpilih bukanlah yang terbaik secara integritas dan etika moral tapi mereka adalah orang-orang yang ‘setia’ kepada partai penguasa kursi terbanyak untuk setiap tingkatan.

Pemerintah sendiri, dari berbagai tingkatan, tak pernah berencana merubah proses rekrutmen penyelenggara pemilu. Toh, mereka terpilih karena proses yang cacat tersebut.

Akhirnya apa yang terjadi? Pemilu hanyalah formalitas belaka. Suara rakyat bisa berubah di tingkat PPK dan KIP, seperti yang ditemukan sekarang.

“Pemenang kon bak ureung pileh, tapi ureung tuleh.” Pameo inilah yang terjadi di Aceh saat ini.

Pemilu hanya akan jadi ajang bagi penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya.  Jika hasil tak sesuai, tinggal diubah oleh Timses berbaju penyelenggara. Sesuai pesanan ‘bos besar’ dan para pengendali di belakang layar. Dan mereka tak pernah merasa berdoa atas ‘pembajakan demokrasi’ ini.

Previous Post

Ohku, Dua Kurir Asal Aceh Ditangkap di Lampung Selatan

Next Post

BPBD Aceh Besar Catat Rentetan Kebakaran Selama Sepekan

Next Post
Satu Hektare Lahan di Lembah Seulawah Terbakar

BPBD Aceh Besar Catat Rentetan Kebakaran Selama Sepekan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dayah Ruhul Qur’ani Borong Delapan Penghargaan Robotik Tingkat Nasional

Dayah Ruhul Qur’ani Borong Delapan Penghargaan Robotik Tingkat Nasional

26/07/2026
Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

26/07/2026
Perluas Akses Global, UIN Ar-Raniry Seleksi Calon Mahasiswa Internasional Lintas Zona Waktu

Perluas Akses Global, UIN Ar-Raniry Seleksi Calon Mahasiswa Internasional Lintas Zona Waktu

26/07/2026
PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

26/07/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya

26/07/2026

Terpopuler

Peta Suara Fraksi di DPR Soal Usul Pilkada Lewat DPRD

Penyelenggara ‘Rasa Timses’ di Aceh; Saat Suara Rakyat Dibajak

05/09/2025

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

Tarina Seulanga Ubah Cerpen Apa Kaoy “Malelang dan Madiyon” Menjadi Tarian Penuh Makna

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

Usai Dilantik di Jakarta, HRD Titip Misi Besar ke Bang Oja: Perkuat PKB Pidie Jaya hingga Desa, Rangkul Ulama dan Rakyat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com