LHOKNGA – Penyuluh Agama Islam ajak Warga Binaan Perempuan (WBP) untuk gemar bershalawat. Hal ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan spiritualitas dan ketenangan jiwa WBP di Lapas Lhoknga, Selasa, 23 September 2025.
Kegiatan ini bekerjasama antara Penyuluh Agama Aceh Besar dengan Komunitas Camp Sholawat Aceh. Komunitas ini berpusat di Bogor. Camp shalawat merupakan suatu komunitas Cinta Rasul yang gemar bershalawat dengan jumlah puluhan ribu setiap harinya.
Dalam kegiatan ini Penyuluh Agama memberikan tasbih digital secara sumbangsih dan kertas catatan shalawat harian sebagai alat bantu.
Nantinya setiap WBP yang berhasil membaca sampai 10 ribu kali selama 3 kali berturut-turut akan mendapat reward berupa sertifikat piagam penghargaan.
Kegiatan ini sudah berlangsung lebih kurang 6 bulan lamanya tepatnya di April 2025 lalu.
“Kami melihat antusias warga binaan sangat besar, ini terlihat dari catatan shalawat di kertas yang dibagikan mengalami peningkatan jumlah shalawatnya,” ujar Zahratil Ainiah, Penyuluh dari KUA Kecamatan Leupung sekaligus anggota Camp Sholawat tersebut.
Hari ini ada dua peserta yang mendapatkan sertifikat piagam penghargaan yang langsung diserahkan oleh Rina Mailiana Penyuluh Kecamatan Peukan Bada dan Syathriah Penyuluh Agama Kecamatan Darul Imarah.
“Harapan kami ini menjadi motivasi bagi WBP lain namun tentunya gemar bershalawat ini bukan semata mendapatkan piagam penghargaan tetapi lebih daripada itu yakni sebagai bukti wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW yang kelak akan memberi syafaat kepada kita semua,” ujar Khazarriatul Hadisah, Penyuluh pada Kecamatan Leupung.
Salah seorang WBP dengan inisial J yang mendapat sertifikat piagam penghargaan juga merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka.
“Saya pribadi merasa jadi lebih baik sejak adanya kegiatan sholawat ini, kalau dulu sering melamun dan menceritakan keburukan seseorang sekarang sudah jauh berkurang, ” ujarnya tersipu saat ditanya testimoninya oleh Azizah Penyuluh pada kecamatan Leupung.
Husni, selaku Kalapas Lhoknga saat ditemui siang tadi sangat menyambut baik kegiatan ini, karena hal ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepada WBP baik mental maupun spiritualnya.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi ustadzah semua, ” ujar Kalapas Lhoknga didampingi oleh Bahriza, Kasubsi Pembinaan.











Masya Allah… Alhamdulillah.. Semoga senantiasa selalu dalam kebaikan dan Allah ridhai…