Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Kemenbud Tetapkan Rateeb Meuseukat-Minsa Aceh Jadi WBTb Indonesia

redaksi by redaksi
11/10/2025
in Pariwisata
0
Kemenbud Tetapkan Rateeb Meuseukat-Minsa Aceh Jadi WBTb Indonesia

Plt Kadisbudparpora Nagan Raya, Aceh, Musiddiq (dua dari kiri) menghadiri penetapan kesenian Rateeb Meuseukat dan Rateeb Minsa sebagai warisan tak benda asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh, di Jakarta, Jumat (10/10/2025). ANTARA/HO-Dok. Pemkab Nagan Raya

Nagan – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI menetapkan dua warisan budaya dari Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, yakni Rateeb Meuseukat dan Rateeb Minsa sebagai Warisan Budaya Tak-benda (WBTb) Indonesia Tahun 2025.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil sidang penetapan, dua warisan budaya dari Kabupaten Nagan Raya, yaitu Rateeb Meuseukat dan Rateeb Minsa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak-benda Indonesia tahun 2025 oleh pemerintah,” Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nagan Raya Musiddiq kepada ANTARA melalui telepon di Meulaboh, Sabtu.

Musiddiq menjelaskan Rateb Meuseukat adalah tari tradisional Aceh yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya, yang diciptakan sebagai media dakwah Islam. Tarian tersebut dibawakan oleh perempuan, tidak menggunakan alat musik pengiring, tetapi mengandalkan vokal (syahi) dan ketukan tubuh penari serta diiringi alat musik rapa’i dan gendrang.

Makna nama Rateb Meuseukat berasal dari bahasa Arab, yaitu rateeb (ibadah) dan meuseukat (diam), serta lirik syairnya berisi pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian Rateeb Minsa, kata dia, merupakan tradisi keagamaan yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadan, tepatnya mulai tanggal 25 Ramadan hingga akhir bulan.

“Rateeb Minsa dilaksanakan setelah Shalat Tarawih hingga menjelang waktu sahur dan hanya diikuti oleh kaum pria. Tradisi religius ini menjadi salah satu wujud kekhasan masyarakat Nagan Raya,” jelasnya.

Sementara Rateeb Meuseukat, lanjutnya, berisikan syair-syair yang sarat dengan pesan-pesan dakwah Islam.

“Berisi ajakan untuk menegakkan nilai-nilai amar makruf nahi mungkar. Rateeb ini biasa ditampilkan pada upacara keagamaan, hari-hari besar Islam, maupun upacara pernikahan,” ungkap Musiddiq.

Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, mengapresiasi dan bangga atas keberhasilan dua warisan budaya daerah tersebut masuk dalam daftar WBTb Indonesia tahun 2025.

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama masyarakat Nagan Raya, yang telah memberikan dukungan terhadap proses pengusulan ini kepada Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.

Bupati Teuku Raja Keumangan mengatakan penetapan ini merupakan bentuk pengakuan nasional atas kekayaan budaya daerah, sekaligus wujud komitmen Pemkab Nagan Raya dalam melestarikan, memajukan, dan menguatkan nilai-nilai budaya daerah.

Sumber: antara

Previous Post

FH Unimal dan Panwaslih Aceh Lakukan Persiapan Debat dan Tanam Pohon

Next Post

PLTU 3-4 Nagan Raya Diharapkan Tingkatkan Pasokan Listrik Aceh

Next Post
PLTU 3-4 Nagan Raya Diharapkan Tingkatkan Pasokan Listrik Aceh

PLTU 3-4 Nagan Raya Diharapkan Tingkatkan Pasokan Listrik Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

30/05/2026
Seorang Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

Tiga Jamaah Haji Aceh Meninggal Dunia di Tanah Suci

30/05/2026
PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

PLN Dinilai Wajib Beri Kompensasi Akibat Blackout Sumatera

30/05/2026
Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

30/05/2026
STAI Tgk. Chik Pante Kulu Gelar Asesmen Lapangan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Secara Daring

STAI Tgk. Chik Pante Kulu Gelar Asesmen Lapangan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Secara Daring

30/05/2026

Terpopuler

Nyan, Ratusan Pegawai Kemenag Pidie Jaya Kompak Berqurban, 204 Hewan Disembelih

Nyan, Ratusan Pegawai Kemenag Pidie Jaya Kompak Berqurban, 204 Hewan Disembelih

28/05/2026

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

Kemenbud Tetapkan Rateeb Meuseukat-Minsa Aceh Jadi WBTb Indonesia

FDK UIN Ar-Raniry Qurban Bersama Masyarakat Dampingan

MUI Sebut Presiden Kurban Pakai APBN Sah: Secara Syar’i Tak Ada Soal

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com