Aceh Tengah- Arung Jeram Lukup Badak di Aceh Tengah hari ini menorehkan sejarah baru dengan sukses menyelenggarakan kegiatan Arung Jeram Inklusi Disabilitas.
Kegiatan ini melibatkan sekitar ±50 peserta dari teman-teman disabilitas Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) Pegasing, menandai Lukup Badak sebagai destinasi wisata pertama yang secara resmi mencanangkan wisata inklusi disabilitas di wilayah tersebut.
Acara dimulai dengan semangat kebersamaan melalui kegiatan Senam Jantung Sehat yang turut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah.
Puncak kegiatan dilanjutkan dengan acara Wisata Inklusi Disabilitas yang diisi oleh tokoh inspiratif, Sikdam Hasim, yang dikenal sebagai Pejuang Hak-hak Disabilitas Internasional. Dalam sambutannya, Sikdam Hasim memberikan apresiasi yang tinggi.
“Arung Jeram Lukup Badak merupakan wisata pertama yang melakukan dan mencanangkan kegiatan wisata inklusi disabilitas,” ujar Sikdam.
Ia juga mengapresiasi Arung Jeram Lukup Badak beserta pengurus atas pelayanan serta gerakan inklusi disabilitas yang baik.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya “luar biasa dan keren, namun juga ber-impact khususnya bagi penyandang disabilitas”.
Sikdam optimis bahwa “Arung Jeram Inklusi disabilitas ini pasti bisa jadi Boom bukan hanya di Aceh Tengah namun juga Nasional dan Internasional.”
Ia berharap pemerintah Aceh Tengah beserta jajaran dapat mendukung kegiatan seperti ini karena dinilainya sebagai “mutiara” yang akan menjadi magnet wisatawan dari tingkat Nasional sampai Internasional.
Dukungan kuat juga datang dari legislatif. Perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Seven Cibro Kobat, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, “Sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang luar biasa ini.”
Kadis Pariwisata Aceh Tengah Erwin Pratama secara resmi membuka kegiatan ini dan turut menyampaikan apresiasinya.
“Arung Jeram Lukup Badak merupakan pembuktian dari wisata yang inklusi disabilitas di Aceh Tengah,” tegasnya.
Owner ARB Coffee Takengon ini berharap Arung Jeram Lukup Badak dapat menjadi contoh bagi wisata lain untuk mengimplementasikan wisata inklusi disabilitas di Aceh Tengah.
Sementara itu, perwakilan guru dari SLB N Pegasing, Teguh Sulha, juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan. Ia menekankan bahwa ini merupakan wisata pertama yang melibatkan teman-teman disabilitas secara langsung dalam kegiatan arung jeram.
Kegiatan Arung Jeram Inklusi Disabilitas ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak di Aceh Tengah dalam mewujudkan pariwisata yang adil dan merangkul semua kalangan, menjadikan Lukup Badak sebagai ikon baru wisata ramah disabilitas.










