Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Perempuan Ini Tuntut Negara Gegara Terapkan ‘Pajak Menstruasi’

redaksi by redaksi
25/10/2025
in Internasional
0
Perempuan Ini Tuntut Negara Gegara Terapkan ‘Pajak Menstruasi’

Seorang perempuan, Mahnoor Omer, mengajukan petisi menuntut negaranya untuk menghapus apa yang dia sebut sebagai "pajak menstruasi". (Foto: AAMIR QURESHI / AFP)

Jakarta – Seorang perempuan Pakistan sekaligus pengacara muda, Mahnoor Omer, mengajukan petisi menuntut negaranya untuk menghapus apa yang dia sebut sebagai “pajak menstruasi”.

Pada September lalu, Omer mengajukan petisi kepada pemerintah Pakistan menentang pajak yang dikenakan terhadap pembalut wanita yang bisa mencapai total 40 persen.

Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penjualan Tahun 1990, pemerintah Pakistan mengenakan pajak sebesar 18 persen untuk produk pembalut lokal, dan bea cukai sebanyak 25 persen untuk pembalut impor.

Pajak ini bahkan berlaku terhadap bahan baku pembuatan pembalut. Karena itu, dikutip Al Jazeera, UNICEF Pakistan memperkirakan total pajak atas pembalut wanita bisa mencapai sekitar 40 persen.

Menurut studi UNICEF dan WaterAid pada 2024, hanya 12 persen perempuan Pakistan yang menggunakan pembalut komersial. Selebihnya, perempuan memakai kain atau bahan seadanya untuk menggantikan pembalut yang cukup mahal dan sulit dijangkau.

“Rasanya seperti perempuan melawan negara Pakistan,” kata Omer.

Kebijakan tak ramah perempuan ini tidak luput dari topik menstruasi sendiri yang masih menjadi isu yang tabu di sebagian besar keluarga Pakistan.

“Saya biasa menyembunyikan pembalut di lengan seragam saya, seperti sedang menyelundupkan narkoba ke kamar mandi,” ujar Omer.

“Jika seseorang membicarakannya (menstruasi dan pembalut), guru akan menegurmu,” paparnya menambahkan.

Omer bahkan bercerita meski ia tumbuh di keluarga kelas menengah di Rawalpindi, Pakistan, tetap merasa malu dan harus menyembunyikan pembalut setiap kali membawanya ke sekolah.

Seorang teman sekelasnya bahkan pernah mengatakan bahwa ibunya menganggap pembalut sebagai “pemborosan uang.”

“Saat itulah saya sadar, kalau keluarga kelas menengah saja berpikir seperti itu, bayangkan betapa sulitnya akses terhadap produk ini bagi orang lain,” ujar Omer.

Saat ini, harga satu bungkus pembalut bermerek di Pakistan mencapai sekitar 450 rupee (Rp26 ribu) untuk 10 lembar.

Di negara dengan pendapatan per kapita hanya Rp1,9 juta per bulan, harga tersebut setara dengan biaya satu kali makan keluarga beranggotakan empat orang dari kalangan berpenghasilan rendah.

Jika pajak 40 persen dihapus, pembalut akan jauh lebih terjangkau.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Penggugat Aturan Uang Pensiun Anggota DPR Seumur Hidup Bertambah

Next Post

Ikuti Australia, Selandia Baru Godok RUU Larangan Medsos Bagi Anak

Next Post
Ikuti Australia, Selandia Baru Godok RUU Larangan Medsos Bagi Anak

Ikuti Australia, Selandia Baru Godok RUU Larangan Medsos Bagi Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026
Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

11/06/2026
Selenggarakan Seminar Series, Prodi MPBEN FKIP USK Bahas Perkembangan Akademik Hingga Budaya Aceh

Selenggarakan Seminar Series, Prodi MPBEN FKIP USK Bahas Perkembangan Akademik Hingga Budaya Aceh

11/06/2026
Pangkalan Udara Israel Hancur Dihujani Rudal-rudal Iran

Pangkalan Udara Israel Hancur Dihujani Rudal-rudal Iran

11/06/2026
Dedengkot Apartheid Ini Tewas Ditikam Kurir yang Alami Gangguan Jiwa

Dedengkot Apartheid Ini Tewas Ditikam Kurir yang Alami Gangguan Jiwa

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com