BANDA ACEH – Posko Terpadu Pemerintah Aceh merilis perkembangan terbaru penanggulangan bencana hidrometeorologi yang melanda Tanah Rencong. Hingga Rabu (3/12/2025) pukul 14.00 WIB, bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem telah berdampak luas di 18 kabupaten/kota, mencakup 229 kecamatan dan 3.310 gampong.
Data terbaru menunjukkan jumlah warga terdampak telah mencapai 292.917 KK atau 1.466.433 jiwa.
Dari jumlah tersebut, 1.435 orang mengalami luka ringan, 403 orang luka berat, sementara 277 orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 193 warga masih dinyatakan hilang, dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Lonjakan pengungsian juga terjadi di berbagai wilayah. Saat ini terdapat 828 titik pengungsian yang menampung 167.857 KK atau 670.287 jiwa.
Para pengungsi memerlukan dukungan logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya mengingat sebagian lokasi pengungsian berada di wilayah yang masih sulit dijangkau.
Kerusakan fasilitas umum di Aceh juga cukup signifikan. Sedikitnya 138 unit perkantoran, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, 4 pondok pesantren, serta 176 fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas mengalami kerusakan akibat bencana.
“Kita berharap pemerintah pusat dapat memberikan kelonggaran agar akseptabilitas bantuan ke kawasan bencana bisa lebih cepat,” kata Murthalamuddin, Rabu (3/12/2025).
Dirinya menyampaikan, saat ini beberapa wilayah terdampak bencana di Aceh masih sulit dijangkau akibat rusaknya jaringan jalan, jembatan, hingga komunikasi.
Kendala komunikasi semakin diperparah oleh ketiadaan listrik. Meskipun tersedia akses internet melalui Starlink, perangkat tetap membutuhkan daya, dan ketika baterai habis, komunikasi kembali terputus.








