Kota Cane — Anggota DPR RI asal Aceh, H. Muslim Ayub, SH, MH, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan utama dalam penanganan bencana alam yang terus melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera dan Aceh.
Menurut Muslim Ayub, bencana tidak hanya menjadi ujian alam, tetapi juga ujian kemanusiaan dan persatuan bangsa. Dalam kondisi darurat seperti banjir besar, masyarakat dituntut untuk saling membantu, bersatu, serta memperlakukan seluruh korban secara adil tanpa diskriminasi.
“Pancasila mengajarkan kita untuk saling menolong, memperkuat persatuan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Dalam situasi bencana, semua korban harus diperlakukan setara, tanpa membedakan latar belakang apa pun,” ujar Muslim Ayub saat menyampaikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dihadapan masyarakat Aceh Tenggara di Desa Lawe Bekung, Kamis malam (25/12/2025).
Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas antarumat beragama harus menjadi kekuatan utama dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan logistik, hingga pemulihan pascabencana. Menurutnya, kerja sama lintas elemen masyarakat merupakan cerminan nyata nilai Persatuan Indonesia.
Lebih lanjut, Muslim Ayub menyoroti pentingnya perhatian terhadap pemulihan psikologis korban, selain pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan layanan kesehatan.
“Penanganan bencana tidak boleh hanya fokus pada fisik semata. Trauma psikologis korban juga harus dipulihkan dengan pendekatan yang manusiawi dan menghormati nilai budaya serta kepercayaan mereka,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah pusat dan daerah memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara adil, transparan, dan merata, sesuai dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Pancasila bukan sekadar ideologi, tetapi kompas moral bangsa dalam menghadapi krisis. Jika nilai-nilainya benar-benar diterapkan, maka proses pemulihan akan berjalan lebih cepat, adil, dan bermartabat,” pungkas Muslim Ayub.[]








