Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Jembatan Krueng Tingkeum Jadi Urat Nadi Transportasi Aceh

redaksi by redaksi
29/12/2025
in Lintas Timur
0
Jembatan Krueng Tingkeum Jadi Urat Nadi Transportasi Aceh

Bireuen – Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, resmi dioperasikan pada Sabtu (27/12). Jembatan darurat ini kembali menghubungkan jalur vital lintasan timur-utara Aceh, khususnya rute Medan-Banda Aceh.

Berfungsinya kembali jembatan tersebut disambut gembira para sopir truk yang selama ini mengandalkan jalur Krueng Tingkeum untuk distribusi barang.

Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin mengatakan, rasa syukur itu disampaikan langsung oleh sejumlah sopir truk yang mengantre melintasi jembatan pada Minggu (28/12) kemarin.

“Beroperasinya jembatan darurat Krueng Tingkeum ini sangat disyukuri oleh para sopir truk yang selama ini mengangkut barang dari Medan ke Bireuen dan sejumlah kabupaten lainnya,” kata Murthalamuddin, Senin (29/12).

Ia menjelaskan, selama jembatan lumpuh akibat banjir bandang, arus logistik terpaksa dialihkan melalui jalur barat selatan. Jalur tersebut memiliki jarak tempuh lebih jauh dan berisiko karena kondisi jalan yang sempit serta melintasi kawasan pegunungan.

Jalur Krueng Tingkeum selama ini menjadi penghubung utama distribusi barang dari Medan menuju Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, hingga Banda Aceh. Jembatan ini disebut sebagai urat nadi transportasi Aceh.

Lumpuhnya jembatan tersebut sempat berdampak pada tersendatnya pasokan logistik dan memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok di beberapa daerah, terutama di Banda Aceh.

Salah seorang sopir truk trayek Medan-Bireuen, Munawir mengaku lega jembatan itu kini kembali bisa dilalui.

“Pasca selesai jembatan, Alhamdulillah sudah bisa lewat untuk antar barang yang seberang jembatan ke Bireuen dan sebagainya,” ujar Munawir, Minggu (28/12).

Hal senada disampaikan Faisal Al-Banna, pengendara mobil pribadi. Ia bersyukur jembatan darurat Krueng Tingkeum sudah rampung dikerjakan.

“Alhamdulillah pengerjaan jembatan darurat dilakukan dengan waktu yang singkat sehingga sekarang sudah bisa dilalui kembali sepenuhnya seperti sebelumnya,” kata Faisal.

Untuk diketahui, sebelum jembatan Krueng Tingkeum rampung, pengendara roda empat (minibus dan truk berbadan sedang) dari arah Medan menuju Banda Aceh maupun sebaliknya harus memutar melalui jembatan darurat Awe Geutah-Teupin Reudep yang diresmikan pada 18 Desember 2025.

Jalur alternatif tersebut berjarak sekitar 18 kilometer dari kawasan Kutablang ke Matang Geulumpang Dua. Kini, setelah Jembatan Krueng Tingkeum kembali beroperasi, jarak tempuh jalur normal tersebut kembali menjadi sekitar 6 kilometer. []

Previous Post

Pemerintah Aceh Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan Optimal di Wilayah Terdampak Bencana

Next Post

0SIS dan Konselor SMAN Unggul Aceh Timur Lakukan Taruma Healing Kepada Anak-Anak di Aceh Tamiang

Next Post
0SIS dan Konselor SMAN Unggul Aceh Timur Lakukan Taruma Healing Kepada Anak-Anak di Aceh Tamiang

0SIS dan Konselor SMAN Unggul Aceh Timur Lakukan Taruma Healing Kepada Anak-Anak di Aceh Tamiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dinsos Berikan Bimbingan Sosial, Bupati Abdya Salurkan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas di Manggeng

Dinsos Berikan Bimbingan Sosial, Bupati Abdya Salurkan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas di Manggeng

02/09/2026
Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan

Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan

02/09/2026
Lembaga Wali Nanggroe Sosialisasikan Qanun di Aceh Barat

Lembaga Wali Nanggroe Sosialisasikan Qanun di Aceh Barat

02/09/2026
SMKN 1 Gandapura Gelar Jejak Pustaka Budaya di Hakdikda 2026

SMKN 1 Gandapura Gelar Jejak Pustaka Budaya di Hakdikda 2026

02/09/2026
300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

02/09/2026

Terpopuler

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

02/09/2026

Jembatan Krueng Tingkeum Jadi Urat Nadi Transportasi Aceh

Ohku, Dana Bencana Rp37,9 Miliar Mengendap: 96% Belum Terserap, Bupati Pijay Ancam Sanksi OPD

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

Langit ‘Mulai Tak Bersahabat’, BPBD Pidie Jaya Minta Warga Bersiap

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com