Jakarta – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh sebagai bagian dari dukungan pemulihan pasca-bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Distribusi air bersih dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain pengeboran sumur serta pengoperasian kendaraan Reverse Osmosis (RO) yang mampu memproduksi air bersih siap konsumsi langsung di lokasi terdampak bencana.
Berdasarkan keterangan Tim Media Prabowo yang diterima di Jakarta, Minggu, melaporkan bahwa sampai Sabtu (31/1), kendaraan RO masih dikerahkan oleh prajurit TNI ke titik-titik pengungsian dari beberapa desa, di antaranya Desa Dayah Kleng dan Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Prajurit TNI secara telaten memastikan air bersih diproduksi di tempat dan dibagikan langsung kepada masyarakat yang datang membawa galon maupun wadah air secara bergantian.
Dalam laporan tersebut menyebutkan bahwa warga datang secara tertib untuk mengantre pengisian air bersih.
Bantuan itu dinilai menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi maupun yang masih bertahan di rumah masing-masing, karena sebagian besar sumber air masih bercampur lumpur.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan jajarannya untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar seluruh warga terdampak bencana, khususnya ketersediaan air bersih, melalui penambahan distribusi air minum dan sarana pendukung di wilayah yang paling terdampak.
“Penambahan secara maksimal truk air minum, persediaan air bersih, terutama di lokasi yang paling terdampak (bencana). Presiden ingin memastikan semua warga terdampak bencana mendapat kebutuhan tersebut,” kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan Prabowo sebagaimana yang dipaparkan pada akhir laporan Tim Media Prabowo.









