Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Gubernur NTT Ancam Pemda Usai Anak SD Bunuh Diri: Ada Uang Triliunan

redaksi by redaksi
06/02/2026
in Nasional
0
Gubernur NTT Ancam Pemda Usai Anak SD Bunuh Diri: Ada Uang Triliunan

Gubernur NTT Melki Laka Lena. (CNN Indonesia/Melani Putri)

Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengaku akan menuntut pemerintah daerah (Pemda) jika peristiwa bunuh diri seperti yang dilakukan siswa SD di Ngada karena kesulitan ekonomi kembali terulang.

Ia menyayangkan peristiwa dugaan mengakhiri hidup sendiri BS (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada diduga karena orang tua tidak mampu membeli buku untuk sekolah.

“Besok ada lagi model begini saya tuntut orang-orangnya. Kalau pun saya, maka saya siap tuntut. Kalau ada salah maka siap orang itu dituntut. Masa ada warga negara mati karena hal begini,” kata Laka Lena mengutip detik.com, Kamis (5/2).

Ia menyayangkan peristiwa itu terjadi padahal banyak bantuan dari pemerintah pusat mengalir ke NTT, termasuk program pengentasan kemiskinan.

“Kami punya perangkat PKH, uang mengalir triliunan ke NTT urusan orang miskin masih ada yang mati urusan begini,” ujarnya.

Singgung Prabowo akan marah

Menurut Melki, tragedi itu mencerminkan kegagalan pranata sosial dan sistem pemerintahan dalam melindungi warga yang paling rentan.

“Syukur ini diketahui publik setelah kami rakornas. Itu kejadian kalau Pak Prabowo tahu, mati kami dicincang. Pak Prabowo paling marah hal-hal begini. Ini kami tidak tau apa yang salah, tapi pranata sosial kami gagal, pemerintah kami juga sama,” katanya.

Melki mengatakan akibat peristiwa itu, banyak menteri yang menghubunginya.

Ia menyebut kematian siswa SD di Ngada menjadi sorotan nasional karena dipicu persoalan kemiskinan, termasuk ketidakmampuan membeli alat tulis sekolah

“Saya sampai ditelepon oleh banyak menteri karena hal ini. Ini alarm untuk pemerintah karena banyak warga daerah yang hidup dengan kondisi serupa,” kata Melki.

Lebih lanjut, ia juga mengkritik lambannya respons pemerintah daerah setempat. Ia mengaku menghubungi pimpinan daerah di Ngada, namun direspons lambat.

“Mati hanya karena miskin. Agak terganggu juga saya. Saya punya keluarga juga, tangan saya susah juga. Saya WA [whatsapp] pimpinan daerahnya lama juga merespons. Jadi saya minta orang saya sendiri turun cek,” ujarnya.

Ia juga menyentil absennya kehadiran pemerintah daerah saat pemakaman korban.

“Pemerintah daerah harus segera mengurus makam anak tersebut. Kirim orang secara resmi dari Pemda Ngada, sebagai pemerintah kami gagal urus warga negara kalau begini. Malu saya sebagai Gubernur! Masa ada warga negara mati hanya gara-gara begini,” kata Melki.

Seorang siswa SD ditemukan tewas tergantung di sebuah dahan pohon cengkeh, Kamis (29/1) pekan lalu. Tempat kejadian perkara itu berada tak jauh dari pondok tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.

Dari pemeriksaan kepolisian, diduga sebelum ditemukan tewas tergantung, korban sempat meminta uang untuk membeli buku tulis dan pena kepada ibunya. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena ibundanya tidak memiliki uang yang cukup.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

900 Warga Tepi Barat Mengungsi gegara Kekerasan Pemukim Ilegal Israel

Next Post

KPK Sita Barbuk Rp40,5 Miliar di Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

Next Post
KPK Sita Barbuk Rp40,5 Miliar di Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

KPK Sita Barbuk Rp40,5 Miliar di Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

10/06/2026
Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

10/06/2026
Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

10/06/2026
Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

10/06/2026
Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com