Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Hamas Wanti-wanti Indonesia soal Tugas Pasukan ISF di Gaza

redaksi by redaksi
13/02/2026
in Internasional
0
Hamas Wanti-wanti Indonesia soal Tugas Pasukan ISF di Gaza

Hamas mewanti-wanti International Stabilization Forces termasuk Indonesia yang akan dikerahkan ke Jalur Gaza, Palestina. (Foto: AFP/OZAN KOSE)

Jakarta – Pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, mengultimatum Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) termasuk Indonesia yang akan dikerahkan ke Jalur Gaza, Palestina.

Hamdan membeberkan sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Indonesia yang juga rencananya akan mengirimkan ribuan pasukan ke Gaza untuk bergabung sebagai ISF.

“Kami menekankan bahwa agar hal ini dapat dicapai dengan benar, pasukan harus ditempatkan di perbatasan, memisahkan warga Palestina dari pendudukan, dan mencegah pendudukan melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina,” kata Hamdan saat wawancara dengan media Aljazeera Mubasher yang dirilis Rabu (11/2).

Hamdan juga mengungkapkan hasil komunikasi dengan pihak Indonesia mengenai tujuan pengerahan pasukan di Gaza.

Peran Indonesia di Gaza, lanjut dia, akan terbatas pada memisahkan warga Palestina dari pasukan pendudukan dan mencegah agresi. Selain itu, mereka tak akan campur tangan dalam urusan sipil.

“Kami mendengar pernyataan yang jelas dari semua negara ini bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang melaksanakan agenda Israel terhadap rakyat Palestina atau melakukan agresi terhadap mereka,” kata Hamdan.

“Anda mendengar ini secara eksplisit dari pemerintah Indonesia: mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel apa pun di Jalur Gaza,” imbuh dia.

Media Israel, KAN, melaporkan RI akan jadi negara pertama yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza beberapa pekan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington.

Kabar pengerahan pasukan RI ini muncul setelah Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang akan mengirim pasukan sebagai bagian dari ISF bersama Uni Emirat Arab, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki, dan negara lain.

Pasukan ISF, termasuk dari Indonesia, dikerahkan untuk menjaga dan mengawasi gencatan senjata termasuk menangani masalah perbatasan.

Sebagai contoh, pasukan Indonesia bisa saja dikerahkan untuk mengawasi garis perbatasan di Khan Yunis dan Rafah di Gaza selatan.

Terpisah, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan upaya Indonesia untuk mendukung perdamaian, gencatan senjata, dan rekonstruksi di Gaza masih dalam persiapan.

Rico juga menyebut Indonesia masih terus berkoordinasi dan menunggu mandat internasional dan keputusan resmi pemerintah.

“Terkait kabar bahwa Indonesia akan menjadi ‘negara pertama’ yang mengirim pasukan, kami belum dapat mengonfirmasi informasi tersebut,” jawab Rico saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat pada Selasa.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Jejak Jokowi Usai Pensiun Dihantui Isu Ijazah Palsu

Next Post

Warga Aceh Tamiang Diimbau Lapor Kondisi Lumpur Bekas Banjir

Next Post
Warga Aceh Tamiang Diimbau Lapor Kondisi Lumpur Bekas Banjir

Warga Aceh Tamiang Diimbau Lapor Kondisi Lumpur Bekas Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

10/06/2026
Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

10/06/2026
Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

10/06/2026
Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

10/06/2026
Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com