Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Syariat Islam membuka pendaftaran beasiswa tahfiz Al Quran 2026 bagi putra dan putri daerah setempat dengan target melahirkan 100 penghafal Al Quran.
“Ini merupakan program Bupati Abdya Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli dalam mencetak 100 hafiz-hafizah di Abdya. Program ini bergulir selama lima tahun ke depan,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Abdya Muhammad Rasyid di Abdya, Sabtu.
Ia mengatakan pendaftaran beasiswa hafiz dan hafizah mulai 23 Februari hingga 7 Maret 2026, dengan lokasi pendaftaran di Kantor Dinas Syariat Islam Kabupaten Abdya, Komplek Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya.
Seleksi peserta dijadwalkan pada 10-11 Maret 2026, sedangkan pengumuman hasil seleksi pada 13 Maret 2026.
Dirinya menjelaskan syarat pendaftaran untuk mengikuti program seleksi beasiswa tersebut, setiap calon peserta harus memenuhi berkas persyaratan yang terdiri atas surat permohonan kepada Bupati Aceh Barat Daya, up Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Abdya.
Selain itu, mengisi formulir pendaftaran, berusia maksimal 21 tahun, fotokopi KTP/kartu identitas anak dan kartu keluarga (KK) Kabupaten Abdya, serta pas foto 4×6 berlatar belakang merah dua lembar;
Selain itu, memiliki surat keterangan/sertifikat hafalan 20 juz yang diterbitkan dari lembaga yang berwenang, surat keterangan aktif belajar dari lembaga pendidikan negeri atau swasta, surat keterangan berbadan sehat yang diterbitkan oleh rumah sakit/puskesmas, baik pemerintah maupun swasta, surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan hafalan sesuai yang telah ditetapkan.
Ia menuturkan kriteria peserta yang diuji adalah kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, dan kefasihan dalam pembacaan Al Quran.
“Jumlah kuota kelulusan yang diterima dalam program beasiswa ini sebanyak 20 orang. Akan diberikan benefit beasiswa Rp 2.050.000 per bulan,” ujarnya.
Dirinya menegaskan setiap tahun Pemkab Abdya menerima 20 hafiz dan hafizah, sehingga selama lima tahun, diharapkan bisa mencetak 100 penghafal Al Quran.
“Kita harapkan, pemerintah Abdya mampu melahirkan 100 hafiz-hafizah yang dicetak melalui program tersebut,” demikian Muhammad Rasyid.










