Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Darwati A. Gani: Perkuat Pangan Lokal di Tengah Ancaman Dampak Konflik Global

redaksi by redaksi
04/03/2026
in Ekonomi
0
Darwati A. Gani: Perkuat Pangan Lokal di Tengah Ancaman Dampak Konflik Global

Banda Aceh– Di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu akibat berbagai konflik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan, Senator Aceh Darwati A. Gani mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan memperkuat pangan lokal sebagai langkah bersama menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.

Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke rumah produksi tempe milik Rumoh Pangan Aceh di Desa Alue Naga, Kota Banda Aceh pada Selasa (3/3/2026).

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Darwati melihat langsung proses produksi tempe berbahan kacang koro pedang serta berdialog dengan para ibu pekerja yang selama ini menjadi penggerak utama rumah produksi tersebut.

Salah satu komoditas yang tengah dikembangkan adalah kacang koro pedang sebagai alternatif pengganti kedelai impor. Inisiatif ini dinilai penting mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar 3,2 juta ton kedelai per tahun, yang sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Kanada, dan Argentina. Di Aceh sendiri, kebutuhan kedelai mencapai sekitar 6.000 ton per tahun dan hampir seluruh pelaku usaha tahu dan tempe masih bergantung pada pasokan impor.

Menurut Darwati, ketergantungan ini menjadi pengingat bahwa setiap gejolak global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat berdampak hingga ke dapur masyarakat Indonesia melalui kenaikan harga dan gangguan distribusi.

Ia juga mengingatkan pengalaman Aceh beberapa waktu lalu saat bencana banjir melanda sejumlah wilayah. Pada masa itu, distribusi terganggu dan beberapa bahan pangan mengalami kelangkaan serta kenaikan harga. Kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bahwa ketahanan pangan bukan hanya isu global, tetapi juga sangat relevan dalam situasi darurat di daerah sendiri.

“Ketika distribusi terganggu, kita baru menyadari betapa pentingnya memiliki sumber pangan yang kuat di daerah sendiri. Karena itu, penguatan pangan lokal harus menjadi gerakan bersama,” ujar Darwati.

Dalam kesempatan tersebut, Darwati menyatakan komitmennya untuk turut mendukung penguatan gerakan pangan lokal, khususnya dalam aspek edukasi dan promosi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya konsumsi produk berbasis komoditas lokal.

Ia juga mengapresiasi langkah Rumoh Pangan Aceh yang konsisten mendorong diversifikasi pangan sekaligus memberdayakan perempuan melalui rumah produksi tempe di tingkat desa.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Rumoh Pangan Aceh, Rivan, bersama tim memaparkan capaian program. Mulai dari pendampingan petani koro pedang, penguatan kapasitas produksi ibu-ibu di desa, hingga kampanye konsumsi pangan lokal sebagai alternatif kedelai impor.

Kunjungan ini menjadi momentum mempererat kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan dalam membangun kemandirian pangan Aceh berbasis potensi lokal sebagai langkah bijak menghadapi ketidakpastian global sekaligus memperkuat ketahanan daerah dari pengalaman krisis yang pernah terjadi.

Previous Post

Singgah di SMAN 1 Meukek, Kadisdik Aceh Berikan Motivasi ke Siswa dan Guru

Next Post

Bupati Aceh Timur Ingatkan Korban Bencana Jaga Fasilitas Huntara

Next Post
Bupati Aceh Timur Ingatkan Korban Bencana Jaga Fasilitas Huntara

Bupati Aceh Timur Ingatkan Korban Bencana Jaga Fasilitas Huntara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

20/06/2026
Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

20/06/2026
Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

20/06/2026
NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

20/06/2026
Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com