Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aceh Besar Siap Jadi Role Model Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

redaksi by redaksi
02/04/2026
in Ekonomi
0
Aceh Besar Siap Jadi Role Model Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

JANTHO – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) mengambil langkah serius dan terukur dalam membangun sistem ketahanan pangan yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia menargetkan Aceh Besar menjadi daerah percontohan (role model) ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut disampaikan Syech Muharram dalam pertemuan strategis bersama Rumoh Pangan Aceh (RPA) di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (1/4/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten II Sekdakab M. Ali SSos MSi., Kepala Dinas Pangan Alyadi, SPi MM., dan Direktur RPA Rivan Rinaldi bersama Fauzi Arja dan Origa Salvian dari tim RPA, yang ikut memberikan beberapa pandangan dalam kegiatan itu.

Dalam pertemuan itu, Syech Muharram kembali menegaskan bahwa Aceh Besar memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang harus dikelola secara terarah, berbasis data, serta berorientasi pada pembangunan keberlanjutan.

“Kita ingin membangun ekosistem pangan yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga distribusi dan pemasaran. Kami tentu berharap Aceh Besar harus mampu menjadi role model ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan sektor pangan tidak boleh berjalan parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir. Mulai dari ketersediaan lahan, penyediaan benih dan sarana produksi, hingga kepastian pasar bagi hasil pertanian masyarakat.

Salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan itu adalah pengembangan sejumlah tanaman dan komoditas lokal, termasuk yang menjadi topik utama pemaparan dari Rumoh Pangan Aceh yaitu tanaman Koro yang saat ini mulai dikembangkan sebagai bahan baku alternatif pangan.

“Tanaman Koro ini telah diolah menjadi produk turunan seperti tempe Koro, dengan dukungan dua unit rumah produksi di Aceh, yang telah berjalan sebagai bagian dari proses hilirisasi,” ujar Direktur Rumoh Pangan Aceh, Rivan Rinaldi.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa pihaknya sangat berharap adanya dukungan dan kolaborasi dari Pemkab Aceh Besar yang diproyeksikan menjadi pusat produksi tanaman Koro.

Rivan Rinaldi menganggap pertemuan dengan Bupati Aceh Besar ini strategis dalam membahas soal diversifikasi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap komoditas tertentu.

Selain itu, Bupati juga mengungkap bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar saat ini terus mendorong penguatan komoditas utama seperti padi, jagung, dan tanaman lainnya, dengan memastikan adanya jaminan pasar agar produk petani memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga seperti Rumoh Pangan Aceh, Pemkab Aceh Besar optimistis mampu membangun sistem ketahanan pangan yang tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah Aceh Besar dalam membangun kepercayaan publik, dengan menghadirkan program yang terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat berupa peningkatan Kesejahteraan.

Previous Post

Bupati Aceh Barat Serahkan SK Plt Tiga Jabatan Strategis

Next Post

Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Next Post
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

Negara Main-Main dengan Korban HAM Aceh, Aktivis Desak Kompensasi Rp1,5 Miliar per Korban

10/09/2026
Pembenahan SPPG Dinilai Lebih Tepat daripada Jadikan Kantin Pusat MBG

Pembenahan SPPG Dinilai Lebih Tepat daripada Jadikan Kantin Pusat MBG

10/09/2026
Dukung MBG, Yayasan CKGN: Perkuat Sistem SPPG yang Sudah Berjalan

Dukung MBG, Yayasan CKGN: Perkuat Sistem SPPG yang Sudah Berjalan

10/09/2026
Wacana Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG Dinilai Perlu Dikaji Menyeluruh

Wacana Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG Dinilai Perlu Dikaji Menyeluruh

10/09/2026
HIPMI Sembangi Dandim Abdya, Perkuat Semangat Usaha untuk Kemajuan Daerah

HIPMI Sembangi Dandim Abdya, Perkuat Semangat Usaha untuk Kemajuan Daerah

10/09/2026

Terpopuler

Wacana Kantin Sekolah Kelola MBG, HMI Sigli Minta SPPG Diperkuat

Wacana Kantin Sekolah Kelola MBG, HMI Sigli Minta SPPG Diperkuat

10/09/2026

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Pembenahan SPPG Dinilai Lebih Tepat daripada Jadikan Kantin Pusat MBG

Aceh Besar Siap Jadi Role Model Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

Didukung TJSL Pertamina, Yayasan Wakaf Haroen Aly Bangun Tempat Wudhu Masjid Al-Mansoor

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com