Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

LPPM IAIN Takengon Bahas Ancaman Hantavirus dalam Perspektif Hukum Islam

Atjeh Watch by Atjeh Watch
14/05/2026
in Kampus
0
LPPM IAIN Takengon Bahas Ancaman Hantavirus dalam Perspektif Hukum Islam

Takengon — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar program Coffee Morning pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akademik tersebut mengangkat tema “Hantavirus as a Potential Emerging Pandemic: The Response of Islamic Law to Socio-Religious Transformation.”

Diskusi ilmiah ini menghadirkan Dr. Ibnu Qodir sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Dr. Muhammad Riza. Kegiatan diikuti oleh dosen, peneliti, mahasiswa, dan civitas akademika IAIN Takengon yang antusias membahas isu kesehatan global dari perspektif keislaman dan sosial kemasyarakatan.

Dalam pemaparannya, Dr. Ibnu Qodir menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan salah satu penyakit yang patut mendapat perhatian dunia karena memiliki potensi berkembang menjadi ancaman kesehatan global di masa mendatang. Menurutnya, pengalaman dunia menghadapi pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bahwa ancaman wabah dapat memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga praktik sosial dan keagamaan.

Ia menilai bahwa dalam situasi krisis kesehatan, hukum Islam memiliki prinsip-prinsip yang fleksibel dan adaptif dalam merespons perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Konsep hifz al-nafs atau perlindungan terhadap jiwa, kata dia, menjadi salah satu fondasi penting dalam penetapan kebijakan dan praktik keberagamaan saat menghadapi ancaman pandemi.

“Hukum Islam tidak hadir dalam ruang yang kaku. Ia memiliki orientasi pada kemaslahatan umat dan mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi darurat demi menjaga keselamatan manusia,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana pandemi dapat memunculkan transformasi sosial-keagamaan di masyarakat, termasuk perubahan pola interaksi sosial, pelaksanaan ibadah berjamaah, hingga meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam aktivitas keagamaan dan pendidikan.

Sementara itu, moderator kegiatan, Dr. Muhammad Riza, menyampaikan bahwa forum Coffee Morning merupakan ruang akademik yang dirancang untuk membangun tradisi dialog ilmiah dan mempertemukan berbagai perspektif keilmuan dalam membahas isu-isu kontemporer.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menghadirkan diskusi yang relevan dengan tantangan global, sehingga kampus tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga ruang produksi gagasan dan solusi bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat tradisi akademik yang terbuka, kritis, dan responsif terhadap perkembangan zaman,” katanya.

Program Coffee Morning LPPM IAIN Takengon sendiri secara rutin menghadirkan berbagai tema aktual yang berkaitan dengan penelitian, sosial keagamaan, pendidikan, dan isu kemasyarakatan lainnya sebagai upaya memperkuat budaya riset dan literasi akademik di lingkungan kampus.

Previous Post

Pariwisata Aceh Selatan Amburadul, Aktivis Desak Bupati Segera Ganti Kadis Dengan Yang Lebih Faham Wisata

Next Post

Minta Maaf, Kemenag Jelaskan Konteks Busana Adat Aceh Menag dalam Greetings Bulan Maria

Next Post
Minta Maaf, Kemenag Jelaskan Konteks Busana Adat Aceh Menag dalam Greetings Bulan Maria

Minta Maaf, Kemenag Jelaskan Konteks Busana Adat Aceh Menag dalam Greetings Bulan Maria

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penilaian Adipura, Kecamatan Jeumpa Laksanakan Giat Jum’at Bersih Setiap Gampong Ikut Berpartisipasi

Penilaian Adipura, Kecamatan Jeumpa Laksanakan Giat Jum’at Bersih Setiap Gampong Ikut Berpartisipasi

16/10/2026
Gawat, Udara di Aceh Tengah Paling Berbahaya Usai Kabut Asap Melanda Aceh

Gawat, Udara di Aceh Tengah Paling Berbahaya Usai Kabut Asap Melanda Aceh

16/10/2026
Luna Maya Datang ke Aceh Antar Bantuan Renovasi Madrasah

Luna Maya Datang ke Aceh Antar Bantuan Renovasi Madrasah

16/10/2026
Pemko Banda Aceh Bekali 65 ASN Persiapan Menghadapi Masa Pensiun

Pemko Banda Aceh Bekali 65 ASN Persiapan Menghadapi Masa Pensiun

16/10/2026
Gali Praktik Baik di ITB, UPT MKU USK Siap Perkuat Capaian Pembelajaran Berbasis Proyek

Gali Praktik Baik di ITB, UPT MKU USK Siap Perkuat Capaian Pembelajaran Berbasis Proyek

16/10/2026

Terpopuler

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

15/10/2026

22 Nama Pengurus MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031 Diumumkan, Lulus Uji Kitab Kuning

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Selesai]

Razia Gabungan di Abdya, Sasar Pengemudi Yang Tidak Patuh Pajak dan Surat Kendaraan

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com