BAIJING – Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok menyatakan kesiapannya memfasilitasi pertemuan bisnis antara pengusaha kopi Aceh dengan calon mitra usaha di Beijing.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangu, di sela-sela pertemuan bilateral dengan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa pada hari Sabtu (16/05) di Beijing.
Fasilitasi ini tentunya akan dilaksankan di kantor Kedutaan Besar RI Beijing, dengan mempertemukan langsung para toke kopi asal Aceh dan pengusaha importir kopi di Tiongkok. Langkah ini bertujuan nantinya akan membuka akses pasar ekspor kopi Aceh ke China sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
“Kedubes RI Beijing terbuka untuk menjembatani. Kalau ada toke kopi dari Aceh yang siap ekspor, kami bisa undang pengusaha China untuk bertemu langsung di KBRI,” ujar Djauhari.
Inisiatif ini diharapkan menjadi peluang strategis bagi kopi Gayo dan kopi Aceh lainnya yang selama ini dikenal memiliki kualitas premium dan pasar khusus di mancanegara.
Para pengusaha kopi Aceh yang berminat dapat menyiapkan profil usaha meliputi jenis kopi, kapasitas produksi, sertifikasi, dan legalitas usaha. Data tersebut akan disampaikan melalui Atase Perdagangan KBRI Beijing untuk dijadwalkan dalam sesi business matching.
Untuk informasi lebih lanjut, pengusaha kopi dapat menghubungi A. Malik Musa yang akan mengoordinasikan data peserta ke Kedubes RI Beijing.











