BIREUEN — Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Ujian Kenaikan Level Bahasa Arab atau Tahdid Mustawa. Ujian tersebut diikuti 40 calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Pesantren Modern Al Zahrah, Kamis (11/6/2026), mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai.
Perwakilan Ikatan Alumni Timur Tengah Aceh atau IKAT Aceh, Afkar, Lc., menjelaskan peserta ujian memiliki beragam tingkat kemampuan bahasa Arab.
“Rentang level peserta mulai dari Mubtadi atau level dasar hingga Mutamayyiz yang merupakan tingkatan mahir,” ujarnya saat mendampingi peserta masuk ke sistem ujian daring.
Afkar merinci, terdapat enam tahapan kenaikan level bahasa Arab yang umumnya ditempuh calon mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan di Timur Tengah, yaitu: Mubtadi awal ke mubtadi tsani, Mubtadi tsani ke mutawasit awwal, Mutawasit tsani ke mutaqaddim awwal, Mutaqaddim awwal ke mutaqaddim tsani.
Setiap kenaikan jenjang memerlukan masa persiapan sekitar satu bulan. Materi yang diujikan mencakup nahwu, sharaf, dan balaghah sesuai jenjang yang diikuti peserta.
Saat ini, pelaksanaan ujian kenaikan level di Aceh dipusatkan di empat wilayah, yakni Banda Aceh, Bireuen, Kutacane, dan Meulaboh.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., menyampaikan apresiasi kepada IKAT Aceh atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantren sebagai lokasi ujian.
“Selamat mengikuti ujian, semoga lancar dan mendapat hasil terbaik,” pungks Tgk Fadhil.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Bahasa Pesantren Al Zahrah, Fajri, S.Pd., perwakilan IKAT Aceh, Fairuz, Lc., dan Muhammad Nabil Akhtiar, Lc.










