BANDA ACEH – Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, sampaikan sambutan, apresiasi, dan semangati santri dan wisudawan Dayah Sinar Desa Insan Qurani (SIDIQ), Selasa, 17 Juni 2026.
Dalam wisuda atau Haflah Takhrij Alumni ke-4 Dayah SIDIQ di Gampong Dayah Mamplam Leupung Aceh Besar, Kakanwil Azhari menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dayah, dewan guru, orang tua santri.
“Apresiasi juga pasa seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan para santri hingga berhasil menyelesaikan masa belajar para santri,” ujarnya dalam acara 1 Muharram 1448 H.
Kakanwil sampaikan tentang peluang masa depan santri. Bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kemampuan menghafal dan memahami ilmu agama, tetapi juga dari akhlak, karakter, integritas, serta kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.
“Santri harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus sumber inspirasi untuk terus belajar dan berkarya,” ujar Azhari di hadapan para wisudawan, dewan guru, wali santri, dan tamu undangan.
Para alumni, ajak Azhari, agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah menyelesaikan pendidikan di dayah. Menurutnya, tradisi keilmuan dalam Islam mengajarkan pentingnya belajar sepanjang hayat sebagai upaya meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi sesama.
Di dayah dekat pantai Leupung, Kakanwil juga sampaikan, bahwa kelulusan hari ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Teruslah belajar, tingkatkan kapasitas diri, dan jadilah teladan di tengah masyarakat.
Azhari menegaskan bahwa Aceh membutuhkan generasi muda yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Kakanwil juga mengajak para santri untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat semangat persatuan, serta menjadi agen perdamaian dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
Harapannya, “Santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keharmonisan sosial.”
Oleh karena itu, harap Kakanwil lagi, jadilah insan yang mampu menghadirkan solusi, menebarkan kebaikan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pimpinan Dayah SIDIQ, Ust H Muzakkir Zulkifli SAg juga berharap para alumni dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta terus membawa nama baik almamater melalui berbagai bentuk pengabdian di tengah masyarakat.
Menurutnya, para alumni merupakan aset umat yang diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di dayah serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.[]










