SIGLI – Bupati Pidie Sarjani Abdullah mengambil langkah serius membenahi sektor kesehatan dengan mengumpulkan seluruh Kepala Puskesmas, Dewan Pengawas, dan Direktur RSUD se-Kabupaten Pidie. Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Bupati, Rabu (17/6/2026)
Diketahui, tidak sekadar rapat koordinasi biasa, melainkan sinyal kuat dimulainya penataan layanan kesehatan yang selama ini masih menjadi sorotan masyarakat.
Melalui Surat Edaran Bupati Nomor 400.7/1832 tentang Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Sarjani menegaskan empat langkah strategis yang wajib dijalankan seluruh fasilitas kesehatan pemerintah.
Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan merata tanpa dibebani persoalan birokrasi maupun lemahnya koordinasi antar fasilitas kesehatan.
Salah satu poin yang mendapat perhatian khusus adalah penegasan agar tenaga kesehatan berstatus ASN memprioritaskan pelayanan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan pemerintah tempat mereka bertugas.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan kehadiran tenaga medis di fasilitas kesehatan milik pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, Bupati juga mengatur sistem rujukan pasien agar lebih terarah. Seluruh pasien rawat inap dari Puskesmas yang dirujuk menggunakan ambulans diwajibkan menuju rumah sakit pemerintah.
Sementara rujukan dari rumah sakit swasta ke RSUD hanya diperbolehkan apabila terdapat keterbatasan tenaga medis atau fasilitas penunjang.
Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Pidie untuk memperkuat fungsi RSUD sebagai garda utama pelayanan kesehatan daerah sekaligus mengoptimalkan investasi pemerintah yang selama ini telah digelontorkan untuk sektor kesehatan.
Dalam arahannya, Sarjani menekankan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan terletak pada banyaknya program yang diluncurkan, melainkan pada kepuasan masyarakat saat mengakses layanan kesehatan. Karena itu, pembenahan manajemen, disiplin tenaga kesehatan, kualitas pelayanan, hingga koordinasi lintas fasilitas kesehatan menjadi fokus utama yang harus segera diwujudkan.
Rapat yang turut dihadiri Wakil Bupati Alzaizi, Sekda Samsul Azhar, dan jajaran terkait tersebut menjadi pesan tegas bahwa sektor kesehatan kini berada dalam pengawasan langsung kepala daerah.
Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang lebih baik, langkah tersebut menjadi ujian awal bagi jajaran kesehatan di Pidie untuk membuktikan bahwa reformasi pelayanan tidak berhenti pada instruksi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.[Mul]










