Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Saat Situs Bupaleh Pernah Jadi Benteng Pertahanan Pejuang Aceh Selatan

redaksi by redaksi
26/06/2026
in Sejarah
0
Saat Situs Bupaleh Pernah Jadi Benteng Pertahanan Pejuang Aceh Selatan

TAPAKTUAN  – Situs Bupaleh yang berada di kawasan pesisir Pasie Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, tidak hanya dikenal sebagai tempat musyawarah ulama dan pejuang, tetapi juga diyakini pernah berfungsi sebagai benteng pertahanan dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.

Tokoh masyarakat setempat, Syahed Habibi, mengungkapkan bahwa kawasan Bupaleh memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perjuangan rakyat Aceh Selatan.

“Bupaleh ini merupakan sebuah benteng pada masa itu. Dahulu terdapat tiga meriam di sekitar kawasan Bupaleh. Namun karena kurangnya perawatan dan perhatian, dua meriam tersebut hilang. Hingga saat ini hanya tersisa satu meriam yang masih dapat dilihat dan terpajang di lokasi tersebut,” ujar Syahed Habibi.

Menurutnya, keberadaan meriam tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kawasan Bupaleh memiliki peran strategis dalam mempertahankan wilayah dari ancaman kolonial pada masa lampau. Selain menjadi tempat bermusyawarah para ulama dan pemimpin perang, lokasi ini juga berfungsi sebagai titik pertahanan yang mendukung perjuangan rakyat Aceh.

Tidak jauh dari situs Bupaleh, terdapat pula kompleks pemakaman para habib yang disebut ikut berjuang bersama masyarakat dalam mempertahankan tanah Aceh Selatan dari penjajahan.

“Di samping Bupaleh terdapat kuburan para habib yang turut memperjuangkan tanah Aceh Selatan ini. Mereka tidak hanya berdakwah, tetapi juga ikut berkontribusi dalam perjuangan melawan penjajah,” tambahnya.

Keberadaan situs bersejarah tersebut menjadi pengingat akan eratnya hubungan antara ulama, habaib, dan para pejuang dalam mempertahankan kedaulatan Aceh. Namun, hilangnya sebagian peninggalan sejarah seperti dua meriam yang pernah berada di kawasan itu juga menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat.

Sementara itu, Syahrul Amin dari PMII Aceh mengajak generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan Situs Bupaleh sebagai warisan berharga perjuangan para pahlawan Aceh Selatan.

“Sebagai pemuda yang cinta terhadap peninggalan sejarah pahlawan lokal Aceh Selatan terdahulu, kita sepatutnya menjaga situs ini agar tidak tinggal nama saja. Situs ini menjadi bukti bahwa cerita perlawanan pahlawan Aceh memang ada, bukan sekadar cerita biasa. Dengan suguhan pemandangan alam yang ada di Pasie Kuala Ba’u, situs ini menjadi daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat luar untuk berkunjung ke sini,” ujar Syahrul Amin.

Ia menambahkan, keberadaan satu meriam yang masih tersisa serta makam para habib pejuang di sekitar kawasan Bupaleh semakin memperkuat bukti sejarah perjuangan rakyat Aceh Selatan melawan kolonial Belanda. Karena itu, ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat situs tersebut agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Sejumlah warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian Situs Bupaleh beserta berbagai peninggalan sejarah yang masih tersisa. Dengan demikian, warisan perjuangan para ulama, habaib, dan pahlawan Aceh Selatan dapat terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian penting dari sejarah daerah.

Tapi sangat disayangkan tempat Bupaleh tersebut tidak terawat dengan baik, kotoran hewan dan coretan di tempat tersebut.

Previous Post

Israel Ancam AS soal Iran: Mereka Tak Paham Berhadapan dengan Siapa

Next Post

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

Next Post
PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Prodi KPI UIN Madura dan STAIN Meulaboh Sorot Komunikasi Publik Pemerintah Melalui Webinar Kolaborasi

Prodi KPI UIN Madura dan STAIN Meulaboh Sorot Komunikasi Publik Pemerintah Melalui Webinar Kolaborasi

26/06/2026
Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Pelanggaran Syariat Islam

Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Pelanggaran Syariat Islam

26/06/2026
Tertibkan Aktivitas Tambang, Pemkab Aceh Jaya Ajukan Penetapan WPR ke Pemerintah Aceh

Tertibkan Aktivitas Tambang, Pemkab Aceh Jaya Ajukan Penetapan WPR ke Pemerintah Aceh

26/06/2026
Aceh Tengah Kembali Terima Alkes Bantuan Kemenkes Untuk Daerah Terdampak Bencana

Aceh Tengah Kembali Terima Alkes Bantuan Kemenkes Untuk Daerah Terdampak Bencana

26/06/2026
PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

26/06/2026

Terpopuler

Saat Situs Bupaleh Pernah Jadi Benteng Pertahanan Pejuang Aceh Selatan

Saat Situs Bupaleh Pernah Jadi Benteng Pertahanan Pejuang Aceh Selatan

26/06/2026

Kuah Pliek U dan Tawa: Saat Keluarga Besar Al Zahrah Pupuk Silaturrahmi

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com