Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

DLH Wacanakan Pendamping Desa dalam Pengelolaan Sampah

Admin by Admin
08/07/2026
in Lintas Barat Selatan
0
DLH Wacanakan Pendamping Desa dalam Pengelolaan Sampah

Aceh Selatan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Selatan mewacanakan pemberdayaan pendamping desa sebagai ujung tombak pengelolaan sampah dari hulu. Wacana ini menjadi bagian dari strategi besar menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri di tingkat desa, dengan mencakup berbagai aspek mulai dari pengolahan sampah organik, produksi pupuk dan maggot, hingga pengembangan aplikasi digital.

Kepala DLH Aceh Selatan, Kasputra ST.MM, menegaskan bahwa permasalahan sampah harus diselesaikan dari sumbernya, bukan hanya berfokus pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Permasalahan sampah mesti harus kita selesaikan dari hulu, bukan dari hilir atau dari TPA. Semua kita punya tanggung jawab masing-masing terhadap sampah dan lingkungan,” ujar Kasputra saat di wawancara media ini, Rabu (8/7/2026).

DLH berencana merekrut dan memberdayakan pendamping desa yang bertugas mendampingi masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Pendamping ini akan menjadi fasilitator yang mengedukasi dan mengajarkan teknologi pengolahan sampah, bukan sekadar membebani desa dengan kewajiban.

“Nanti kita wacananya akan merekrut atau memberdayakan pendamping desa dalam hal pengelolaan sampah di tingkat desa. Kita harapkan target ke depan, setiap desa harus mampu mengolah sampah di tingkat desa secara mandiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kasputra memaparkan bahwa sampah terdiri dari tiga komponen, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Komposisi sampah didominasi oleh limbah organik yang mencapai 70 persen, sementara sampah anorganik 20 persen, dan sampah residu (seperti popok sekali pakai/softex) 10 persen.

“Sampah organik lah yang membuat masalah. Dan apabila sampah tersebut bisa kita lakukan pengolahan di tingkat desa, maka persoalan besar akan selesai,” tegasnya.

DLH menargetkan pada tahun ini akan mulai memproduksi pupuk organik dan maggot (larva lalat Black Soldier Fly) dari pengolahan sampah. Tahap awal akan dilakukan di TPA sebagai percontohan, sebelum nantinya teknologi ini diterapkan di desa-desa dengan bantuan pendamping.

“Di tahap awal di TPA, kita akan ada pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan maggot. Target pada tahun ini berencana akan memproduksi pupuk organik beserta maggot dari pengolahan sampah,” ujar Kasputra.

Begitupun, Kasputra juga menekankan bahwa masalah sampah berkaitan erat dengan kesehatan dan pendidikan. Lingkungan yang kumuh berpotensi memicu wabah penyakit yang akan mempengaruhi kesehatan dan pendidikan.

“Masalah sampah adalah masalah yang serius, masalah yang penting, dan lingkungan hidup, kesehatan, serta pendidikan tidak bisa dipisahkan. Kalau lingkungan hidup rusak dan kumuh, maka berdampak pada kesehatan masyarakat yang akan menjadi sebuah wabah penyakit dan tentunya juga berimbas kepada pendidikan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Kasputra menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Beserta kolaborasi semua pihak dan elemen masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sampah tersebut. Menurutnya, perhatian besar dari Bupati menjadi modal penting dalam mewujudkan program pengelolaan sampah ini.

“Apalagi Pak Bupati dalam hal ini sangat mendukung dan besar perhatiannya terhadap lingkungan, dan juga kita berharap kepada semua pihak untuk berkolaborasi dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam mengatasi permasalahan sampah di mulai dari tingkat desa,” tutup Kasputra.

Previous Post

Nyan, Pemkab Pacu Percepatan Belanja APBK Pidie Jaya di Semester Kedua

Next Post

Mahasiswa Diajak Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme

Next Post
Mahasiswa Diajak Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme

Mahasiswa Diajak Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PORA XV di Aceh Jaya Digeser ke 2027

PORA XV di Aceh Jaya Digeser ke 2027

08/10/2026
BRIN Lakukan Riset Inovasi Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Kependudukan di Tamiang

BRIN Lakukan Riset Inovasi Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Kependudukan di Tamiang

08/10/2026
USK Gelar Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026

USK Gelar Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026

08/10/2026
Bank Aceh dan Komisi III DPRA  Sepakat Sinergi untuk Optimalisasi PAD Aceh

Bank Aceh dan Komisi III DPRA  Sepakat Sinergi untuk Optimalisasi PAD Aceh

08/10/2026
KNPI Aceh: Pemuda Jangan Jadi Penonton, Kawal Program Prabowo

KNPI Aceh: Pemuda Jangan Jadi Penonton, Kawal Program Prabowo

08/10/2026

Terpopuler

DLH Wacanakan Pendamping Desa dalam Pengelolaan Sampah

DLH Wacanakan Pendamping Desa dalam Pengelolaan Sampah

08/07/2026

Membanggakan! Bupati Abdya Raih Penghargaan Nasional di Mata Lokal Fest 2025

Lansia Terlantar di Jembatan Babahrot Abdya, Puskesmas Kewalahan Dinsos Diminta Bertindak Cepat

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 7

Bank Aceh dan Komisi III DPRA  Sepakat Sinergi untuk Optimalisasi PAD Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com