Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Mahasiswa Diajak Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme

redaksi by redaksi
08/07/2026
in Kampus
0
Mahasiswa Diajak Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme

Lhokseumawe – Tiga organisasi mahasiswa, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Labuhan Batu (IMLAB), dan Himpunan Mahasiswa Labuhan Batu Utara (HIMLABURA), menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menolak Jadi Oposisi Abadi: Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme” di Aula Wali Kota Lhokseumawe, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi bagi generasi muda mengenai pentingnya mengambil peran dalam sistem pemerintahan dan birokrasi, tanpa meninggalkan sikap kritis maupun nilai-nilai idealisme yang selama ini menjadi identitas gerakan mahasiswa.

Ketua Komisariat PMII Universitas Malikussaleh (Unimal), Irfan Anshori Sitorus, mengatakan FGD tersebut digelar sebagai wadah memperkuat kolaborasi antarmahasiswa sekaligus membangun budaya diskusi dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.

Menurutnya, mahasiswa tidak lagi cukup hanya menjadi pengkritik kebijakan publik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang nyata.

“Kami menyelenggarakan agenda ini sebagai ruang bertukar gagasan. Kami ingin menegaskan kembali bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar melempar kritik terhadap kebijakan publik, melainkan harus mampu menawarkan jalan keluar yang konkret dan siap berkontribusi langsung di dalam sistem,” ujar Irfan.

Hadir sebagai pembicara utama, Wakil Ketua I (Ketua Harian) DPD KNPI Lhokseumawe, Reza Rizki, S.Sos., menyoroti pentingnya transformasi gerakan mahasiswa di era modern. Menurutnya, tantangan zaman menuntut mahasiswa tidak hanya menjadi kekuatan kontrol sosial dari luar, tetapi juga berani mengambil peran strategis dalam proses pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa pada Era Reformasi 1998, gerakan mahasiswa identik dengan perjuangan kritis yang dilakukan dari luar sistem. Sementara saat ini, mahasiswa dituntut mampu mengawal perubahan melalui pendekatan kritis-partisipatif, yakni terlibat langsung dalam proses penyusunan kebijakan tanpa kehilangan independensi dan daya kritisnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Sekretaris Bidang Keagamaan KNPI, *Ramazana, S.Sos.*, yang menjadi pemateri kedua. Ia menilai perubahan yang berdampak besar sering kali lahir dari keberanian untuk memperbaiki sistem dari dalam.

“Perubahan itu harus dijemput dan diupayakan dari dalam sistem. Walaupun kita tidak bisa merombaknya secara total sekaligus, setidaknya akan selalu ada ruang bagi perubahan-perubahan positif yang berhasil kita perjuangkan,” kata Ramazana.

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, gagasan, serta pandangan kritis mengenai peran mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan pembangunan nasional. Suasana dialog yang terbuka menjadikan forum ini sebagai ruang bertukar pengalaman sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antarmahasiswa.

Melalui FGD tersebut, PMII, IMLAB, dan HIMLABURA berkomitmen mempererat sinergi antarlembaga demi melahirkan gerakan mahasiswa yang lebih konstruktif. Mereka berharap mahasiswa tidak hanya lantang menyuarakan kritik ketika muncul persoalan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi melalui keterlibatan aktif dalam pembangunan.

Forum ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai aksi nyata yang kolaboratif antara mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik serta kemajuan bangsa.

Previous Post

DLH Wacanakan Pendamping Desa dalam Pengelolaan Sampah

Next Post

Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

Next Post
Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ratusan Pendonor Ramaikan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Banda Aceh

Ratusan Pendonor Ramaikan Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di PMI Kota Banda Aceh

08/07/2026
Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur Komitmen Pemenuhan Data SIGAP

08/07/2026
Mahasiswa Diajak Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme

Mahasiswa Diajak Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme

08/07/2026
DLH Wacanakan Pendamping Desa dalam Pengelolaan Sampah

DLH Wacanakan Pendamping Desa dalam Pengelolaan Sampah

08/07/2026
Nyan, Pemkab Pacu Percepatan Belanja APBK Pidie Jaya di Semester Kedua

Nyan, Pemkab Pacu Percepatan Belanja APBK Pidie Jaya di Semester Kedua

08/07/2026

Terpopuler

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

07/07/2026

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

Raker Tahunan Dayah Darul Quran Aceh Perkuat Sinergi Sambut Tahun Ajaran Baru

Mahasiswa Diajak Berani Masuk Sistem Tanpa Kehilangan Idealisme

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com